Kaleidoskop 2024: Ini Sederet Pembangunan Wisata di Surabaya

Rudy Hartono - 31 December 2024
Suasana Kota Tua Surabaya saat senja tampak pengunjung sedang jalan-jalan atau berfoto ria. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Kota Surabaya selama 2024, masih terus melakukan pembenahan, baik dari segi infrastruktur, pelayanan, fasilitas umum, keamanan, hingga objek pariwisata. Salah satu pembenahan besar yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya di tahun ini adalah, di sektor pariwisata. Di awal tahun 2024 lalu, Pemkot melakukan penataan kawasan Kota Lama di bagian Zona Arab.

Penataan yang dilakukan yakni memindahkan Rumah Potong Hewan (RPH) Babi Pegirian yang berada di kawasan wisata religi Ampel. RPH babi yang berada di Jalan Pegirian itu, kini diubah menjadi Sentra Wisata Kuliner (SWK) Serambi Ampel.

Tempat tersebut kini menjadi pusat kulineran bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata religi Ampel. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan, dibukanya Serambi Ampel adalah sebagai langkah awal Pemkot Surabaya melakukan penataan kawasan Kota Lama bagian Zona Eropa.

Kawasan ini, akan terkoneksi satu sama lain dengan fasilitas yang berada di kawasan wisata religi Ampel. Setelah mengubah RPH tersebut menjadi SWK Serambi Ampel, Pemkot kembali melakukan pengembangan kawasan wisata Kota Lama lainnya.

Pengembangan berikutnya difokuskan pada bagian Zona Eropa, yakni di sekitaran Jembatan Merah, Jalan Rajawali, dan sebagainya. Di kawasan Zona Eropa, pemkot melakukan penataan besar-besaran, mulai dari pengecatan gedung, pemberian ornamen, monumen mobil Jenderal A.W.S Mallaby, hingga penataan stand UMKM.

Setelah dilakukan penataan, kawasan ini akhirnya resmi dibuka oleh Wali Kota Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Armuji pada Grand Launching Kota Lama, pada (3/6/2024).

“Wisata Kota Lama ini bukan hanya sebagai destinasi wisata. Akan tetapi juga sebagai pengingat, untuk selalu menjaga nilai-nilai sejarah yang ada di Kota Surabaya. Ingatlah, Bung Karno selalu mengatakan ‘Jas Merah’ (Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah),” ucap Walikota Eri, Selasa (31/12/2024).

Tidak berhenti di situ saja, pemkot melanjutkan pengembangan tempat wisata lainnya, yaitu Surabaya Expo Center (SBEC). Pengembangan SBEC itu dilakukan di kawasan eks THR-TRS. Kawasan ini, sempat terbengkalai selama bertahun-tahun, kini lahan eks THR-TRS itu disulap menjadi pusat hiburan masyarakat. Area seluas 2,7 hektar itu kini bisa digunakan sebagai tempat konser musik, pameran, hingga even berskala besar lainnya.

“Adanya SBEC ini karena usulan idenya arek-arek enom (muda) Suroboyo yang luar biasa. Hari ini kita bisa membuktikan, kalau anak muda tampil di Surabaya seperti ludruk hingga musik, maka di SBEC kita mulai lagi,” ujarnya. (*/rri/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.