Begini Puncak Aktivitas Internet Masyarakat Indonesia selama Pandemi Covid-19

Yovie Wicaksono - 13 July 2020
Ilustrasi. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Lembaga Survei Alvara Research Center menyatakan, puncak aktivitas internet masyarakat Indonesia selama pandemi Covid-19 terjadi pada pukul 8 malam atau 20.00 WIB.

“Prime time-nya jam 8 malam,” kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Melansir Antara, adapun menurut survei tersebut, pengguna internet paling dominan selama pandemi Covid-19 di Indonesia adalah generasi Z (kelahiran 1995-2010), kemudian berturut-turut disusul generasi X (kelahiran 1961-1980), generasi milenial atau generasi Y (kelahiran 1981-1994), dan terakhir generasi baby boomers (kelahiran 1946-1960).

Sementara kegiatan yang paling sering dilakukan di internet selama pandemi Covid-19 adalah bertukar pesan (86,5 persen), berselancar di dunia maya (80,5 persen), mengakses jejaring sosial (70,3 persen), menonton video tanpa unduh atau video streaming (55,0 persen), mengirim e-mail (53,8 persen) dan mengunduh (53,5 persen).

Selebihnya untuk belanja online (44,6 persen), pembayaran online (40,4 persen), internet banking (33,7 persen), telepon internet (32,3 persen), mendengar musik (29,9 persen), transportasi online (29,4 persen), game online, belajar online (28,6 persen), video conference (25,3 persen), e-book/e-reader (16,0 persen) dan lainnya (3,0 persen).

Alokasi pengeluaran belanja untuk internet pun bertambah 2 persen jika dibandingkan tahun 2019 lalu. Menurut Hasanuddin Ali, peningkatan pengeluaran belanja internet masyarakat itu dipengaruhi juga oleh kebijakan pemerintah untuk bekerja di rumah dan sekolah dari rumah.

Hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center menunjukkan, pengeluaran belanja masyarakat atas kebutuhan internet pada 2020 ini mencapai 8,1 persen, sedangkan tahun lalu hanya sebesar 6,1 persen.

“Konsumsi internet kita naik berkali-kali lipat. Orang yang menggunakan internet di atas 7 jam ada 48,7 persen. Baik untuk kebutuhan mengunduh, belanja online, ini menjadikan tingkat pengeluaran internet tinggi,” kata Ali. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.