Bamboo Mural Festival 2019

Yovie Wicaksono - 28 September 2019

SR, Surabaya – Melalui media krei bambu dan kerajinan bambu (tempeh dan capil), sebanyak 21 street artist dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, Batu, Mojokerto, Kediri, Purwokerto, Madura, Solo dan Bali, mengkolaborasikan beragam seni visual dan street art menjadi seni urban dalam MONGAMONGA #4 Bamboo Mural Festival 2019 yang digelar di Central Mall Gunawangsa, Surabaya, pada Sabtu – Minggu (28/9 – 29/9/2019).

Art Director Festival, Xgo mengatakan, media bambu dipilih karena menjadi ciri khas negara Asia.

Selain itu, tanaman bambu banyak di jumpai di Indonesia dan menjadi produk kerajinan tradisional yang fungsional.

Bambu juga memiliki sejarah tersendiri sebagai senjata arek-arek Suroboyo dalam merebut kemerdekaan pada pertempuran 10 November di Surabaya.

“Selain jamming bamboo mural oleh 21 street artist dari beberapa kota, juga digelar workshop melukis di media tempeh dan workshop damarkurung (lampion khas Gresik), lapak urban, pasar lokal, dan penampilan musik,” ujarnya, Sabtu (28/9/2019).

Nama MONGAMONGA sendiri diambil dari bahasa Jawa Suroboyoan yang berarti panas dan mendidih. Seperti panasnya atmosfer berkesenian di Kota Surabaya dan kota lainnya, serta seperti mendidihnya semangat para seniman muda dalam berkarya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.