Bahasa Isyarat: Bukan Sekadar Gerakan Tangan, tapi Jembatan Komunikasi

Rudy Hartono - 29 July 2025
Ilustrasi – percakapan dua orang menggunakan bahasa isyarat (net)

SR, Surabaya – Bahasa isyarat bukan hanya soal menggerakkan tangan. Ia adalah sistem komunikasi visual yang memiliki struktur tata bahasa tersendiri, lengkap dengan makna, ekspresi wajah, serta gerakan tubuh.

Menurut KBBI, bahasa isyarat adalah sistem komunikasi menggunakan gerakan tubuh, terutama tangan dan kepala, sebagai pengganti kata-kata lisan, yang umumnya digunakan oleh penyandang tuna rungu dan tuna wicara.

Di Indonesia, bahasa isyarat dikenal dengan sebutan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Meski sering disamakan, keduanya berbeda dalam struktur dan cara penyampaian.

BISINDO lebih alami karena berkembang dari komunitas tuli itu sendiri, sedangkan SIBI lebih terstruktur karena disusun dengan acuan Bahasa Indonesia formal. UNESCO menegaskan bahwa pengakuan terhadap bahasa isyarat sebagai bahasa resmi adalah bentuk perlindungan hak asasi manusia.

Dengan bahasa isyarat, akses terhadap pendidikan, layanan publik, dan media bisa lebih inklusif bagi penyandang disabilitas sensorik. Hal ini diperkuat oleh Kemendikbudristek yang sejak beberapa tahun terakhir aktif mendorong pengembangan dan pelatihan BISINDO di lembaga pendidikan, termasuk pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan.

Sayangnya, pemahaman masyarakat umum terhadap bahasa isyarat masih minim. Padahal, mengenal dan memahami bahasa isyarat bukan hanya menunjukkan empati, tetapi juga menjadi bentuk nyata inklusi sosial.

Bahasa isyarat adalah jembatan komunikasi antar manusia yang saling menghargai keberagaman cara berbahasa.  “Bahasa isyarat bukan hanya milik komunitas tuli. Ini milik kita semua sebagai manusia yang ingin saling mengerti. (*/dv/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.