Anggota DPRD Soroti Dinkes Kabupaten Kediri Layani 3.531 ODGJ

Rudy Hartono - 9 September 2025
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto (foto: humas pdip jatim).

SR, Kediri – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto mendorong Dinas Kesehatan setempat untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada para penderita ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pelayanan kesehatan harus lebih ditingkatkan karena jumlah penderita ODGJ di wilayah Kabupaten Kediri semakin bertambah.

Dia menilai apa yang sudah dilakukan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melalui Puskesmas atau pun Posyandu Jiwa yang ada di sejumlah desa sebenarnya berjalan cukup baik.

Petugas Posyandu Jiwa telah memberikan pelayanan kesehatan dengan mendatangi setiap pasien gangguan jiwa secara door to door untuk mengecek kondisi kesehatan sekaligus pemberian obat. Tidak hanya itu posyandu jiwa juga mengajak penderita ODGJ untuk melakukan kegiatan senam bersama rutin setiap satu bulan sekali

“Memang menjadi perhatian khusus bagi kita, karena jumlah penderita ODGJ dalam kurun waktu yang akhir ini di tahun 2025 naik signifikan,” terang Dodi, dikutip Senin (8/9/2025).

Menurut dia, banyak faktor yang menjadi penyebab warga Kabupaten Kediri menderita gangguan jiwa. Di antaranya karena permasalahan ekonomi.

“Ini kan leading sektornya di Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Kami harap dua dinas tersebut bisa berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk segera melakukan pendataan agar bisa diantisipasi melalui peningkatan pelayanan kesehatan Posyandu ODGJ di tiap desa,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam situasi seperti sekarang, semuanya tidak bisa difokuskan untuk memberikan pelayanan penanganan kesehatan ODGJ saja, tapi juga dibutuhkan upaya pencegahan. Disamping itu peran keluarga juga bepengaruh, terkait keterbukaan informasi tentang si pasien dan dorongan motivasi yang diberikan.

“Karena semua persoalan ODGJ harus dicegah lebih dulu melalui lingkup skala kecil atau internal keluarga. Keluarga pun harus terbuka, jangan malu kalau ada salah satu kerabatnya menderita gangguan jiwa. Karena harus tetap kordinasi pemerintah desa dengan puskesmas dan melaporkan ke Dinsos,” imbaunya.

Dodi menambahkan, peran serta kepala desa dan sejumlah relawan yang sudah proaktif memberikan pelayanan pembinaan kepada warganya yang menderita gangguan jiwa patut juga diberi apresiasi.

Apabila pasien dalam kondisi rawan dan dianggap membahayakan orang lain, imbuhnya, bisa langsung dibawa ke RS Jiwa di Surabaya atau di Lawang.

“Tidak lupa kita juga memberi apresiasi atau sangat berterima kasih adanya penampungan ODGJ yang dikelola secara pribadi atau upaya dari sejumlah relawan seperti di Desa Susu Bangau, Desa Kecamatan Badas dan seperti di Desa Ploso Lor,” sebutnya.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mencatat dalam kurun waktu 7 bulan terakhir jumlah penderita ODGJ di Kabupaten Kediri tembus di angka 3.531 orang. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.