Agustin Poliana Diwaduli Warga Soal Sertifikat Tanah 

Yovie Wicaksono - 7 February 2022

SR, Surabaya – Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Agustin Poliana menggelar Reses jaring aspirasi di Jalan Dupak VI, RT 12 RW 6, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan Surabaya, Minggu (6/2/2022) malam.

Dari kegiatan tersebut, banyak aspirasi terkait persoalan pelayanan masyarakat yang dialami oleh warga. Salah satunya terkait peralihan status sertifikat tanah.

Ketua RT 12 Martono mengatakan, status kepemilikan tanah di wilayahnya tiba-tiba diklaim menjadi aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Permasalahan tersebut, ungkapnya, baru terkuak ketika ia hendak melakukan balik nama pada sertifikat tanahnya.

Dirinya mengaku kaget, saat diinformasikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) bahwa sesuai denah, tanah di kawasan RT 12 telah masuk ke surat ijo.

“Di wilayah RT 12 ini semua terutama rumah no 32 ke timur itu semua bersertifikat kecuali 32 ke barat. Tapi surat sertifikat yang kami miliki ini diklaim menjadi aset Pemkot padahal sertifikat itu sudah dari 30 tahun lalu, Ini yang menjadi saya tersiksa sekali,” ucapnya.

Mendengar hal tersebut, Agustin Poliana mengaku, menyayangkan keputusan Pemkot yang mengubah status kepemilikan tanah tanpa adanya sosialisasi ke warga sekitar.

“Harapan saya Pemkot memberikan penjelasan kepada warga sekitar. Ini kan masalah yang harusnya segera ditindaklanjuti oleh Pemkot dan BPN, nantinya kan akan rumit karena tidak ada kepercayaan warga,” ujar Titin.

Dirinya pun, akan mencoba mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan DPRD Kota Surabaya.

“Nanti coba saya komunikasikan dengan teman DPRD Surabaya sehingga ada persoalan status dari sertifikat menjadi surat ijo,” ungkapnya.

Setelah kegiatan Reses penutup ini, lanjutnya, persoalan-persoalan dari  aspirasi masyarakat yang telah ia tampung,  akan ditindaklanjuti agar tidak putus di tengah jalan.

“Masih banyak persoalan-persoalan yang putus di tengah jalan. Setelah reses ini saya coba berkomunikasi dengan teman-teman PDI Perjuangan yang ada di kota Surabaya, dan itu saat saya Raker bia membicarakan masalah-masalah yang ada agar tidak ada jarak antara warga dengan pemerintah kota,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.