99 Warga Rasakan Ketenangan Jiwa dengan Semedi di Situs Joko Dolog

Rudy Hartono - 3 July 2026
Debby Devega, warga Surabaya antusiasi tunjukkan sertifikat mengikuti semedi masal di situs Joko Dolog Surabaya, Kamis (2/7/2026). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Sebanyak 99 warga Surabaya mengikuti kegiatan semedi massal perdana yang digelar di area situs cagar budaya Arca Joko Dolog pada Kamis (2/7/2026). Semedi itu bagian dari perayaan bulan Suro, pergantian tahun kalender Jawa yang  bertajuk Festival Joko Dolog.

Ketua Panitia, Khoirul Anam, menyebut tujuan kegiatan itu guna memperkenalkan meditasi sebagai bagian dari budaya Nusantara kepada masyarakat umum.

Ia menjelaskan bahwa posisi duduk bersila para peserta sengaja mengikuti sikap meditasi yang ada pada Arca Joko Dolog. “Jadi kita duduk heneng, hening, henung,” jelas Anam mengenai esensi pencarian ketenangan dalam ritual tersebut.

Anam menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya nyata untuk mengenalkan Arca Joko Dolog sebagai cagar budaya yang wajib dijaga bersama. Ia ingin masyarakat memahami bahwa semedi merupakan identitas asli bangsa yang harus terus dilestarikan.

Sementara itu, salah satu peserta semedi, Debby Devega Gultom, seorang warga Surabaya Barat, turut membagikan pengalamannya. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti ritual meditasi yang berlangsung selama sekitar satu jam itu.

Karena pengalaman pertama, ia pun sempat bingung dengan rangkaiannya, namun tetap antusias mengikuti semedi. “Diajarin untuk bisa tenang, rileks, dan mencari keseimbangan pikiran,” ungkap Debby mengenai pengalaman batin yang ia dapatkan selama prosesi.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus karena diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat yang tertib mengikuti arahan panitia.

Dalam prosesinya, para peserta diajarkan melakukan pembakaran dupa dengan tangan kanan memegang dupa dan tangan kiri memegang korek untuk menyalakannya. Suasana tersebut dirancang untuk membawa peserta mendalami filosofi ketenangan batin di tengah kota.

Sebagai kenang-kenangan, peserta menerima suvenir unik berupa dupa, sertifikat kepesertaan, serta air mineral yang telah didoakan. “Air mineralnya itu baru boleh diminum setelah meditasi karena jadi air doa,” tambah Debby menceritakan keunikan fasilitas tersebut.

Adapun, kesuksesan agenda semedi tersebut kemudian dilanjutkan dengan Kirab Budaya Cakrawala Dwipantara yang melibatkan sekitar 400 peserta dari berbagai komunitas, doa lintas agama dan wayangan sebagai penutup festival Joko Dolog. Seluruh rangkaian acara terselenggara secara swadaya demi membangkitkan kembali jati diri bangsa. (hk/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.