Ratusan Peserta Ramaikan Kirab Budaya Suro di Festival Joko Dolog
SR, Surabaya – Sebanyak 400 peserta dari berbagai komunitas seni, budaya, hingga paguyuban spiritual antusias memadati area situs cagar budaya Arca Joko Dolog untuk mengikuti Kirab Budaya Cakrawala Dwipantara, Kamis (2/7/2026).
Diwarnai berbagai atribut jawa, hingga gunungan minuman kemasan, mereka berjalan diiringi lagu jawa, menempuh rute sejauh lima kilometer dengan titik awal dan akhir di area situs.
Ketua Panitia, Khoirul Anam, menyebut, festival ini dirancang untuk menonjolkan ciri khas lokal yang tidak dimiliki tempat lain. “Satu kita namakan festival Jokodolog yaitu punya jati diri dan ciri khas festival Jokodolog itu bisa hanya bisa dilaksanakan di Jokodolog,” jelasnya saat ditemui di sela acara.

Tak sekadar seremoni. Ia menerangkan, Tema kirab “Cakrawala Dwipantara” diambil dari gagasan besar tokoh sejarah yang berkaitan erat dengan keberadaan arca tersebut. Konsep ini digagas oleh Cakrawartin Wisnuardana dan diteruskan oleh Raja Singosari, Prabu Kertanegara, yang kemudian dikenal sebagai Nusantara.
Rangkaiannya pun meriah. Kebersamaan dalam acara juga diwujudkan melalui sajian tumpeng yang dibagikan ke seluruh peserta. Setelah kirab, agenda dilanjutkan dengan doa lintas agama sebagai simbol persatuan dan kerukunan antarwarga yang berbeda latar belakang.

Pihaknya berkomitmen untuk terus menyelenggarakan acara ini guna mengenalkan situs sejarah tersebut kepada masyarakat luas.
“Kita tidak bosan-bosan untuk membuat acara untuk mengenalkan Arca Jokodolog, meskipun di tengah kota Surabaya kita tetap bisa melestarikan budaya,” pungkas Anam.

Ia pun berharap melalui Festival Joko Dolog ini, masyarakat semakin antusias untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya. Ia menginginkan agar kegiatan rutin setiap bulan Suro ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga sekitar di masa depan.
Dan terbukti, acara tersebut sukses mengumpulkan antusias berbagai kalangan. Mulai usia muda hingga dewasa kompak berkumpul memeriahkan agenda tahunan tiap Suro di Surabaya itu.

Para peserta berkumpul di area arca sejak siang, lengkap dengan atribut mereka, dari usia anak hingga dewasa. Salah satunya Almeera Nur Arumi Calista (9), penari dari Sanggar Tari Belambangan. Meski harus berjalan jauh, ia mengaku tetap bersemangat.
“Capek. Tapi tetap ikut karena seru… bisa ketemu teman-teman terus ketawa, banyak bercanda,” tuturnya.
Almeera yang hobi menari itu juga menunjukkan ketertarikannya pada seni tradisi lain yang ditampilkan dalam festival tersebut. “Wayang,” jawabnya singkat saat ditanya mengenai bagian acara yang paling ingin ia tonton setelah rangkaian kirab selesai. (hk/red)
Tags: kirab cakrawala dwipantara, loka warta, paguyuban joko dolog, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





