Kunjungi Gudang Bulog Kediri, Muhadjir Effendy Ingatkan Beras Bansos Harus Berkualitas Baik 

Yovie Wicaksono - 20 September 2020
Menko PMK, Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan kerja di Gudang Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Sabtu (19/9/2020). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengingatkan Bulog  agar tetap menjaga dan memperhatikan kualitas beras bansos yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menurutnya, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo beras yang diberikan harus memiliki kualitas dan tidak asal-asalan. Beras yang diberikan harus kualitas medium, layak dikonsumsi bagi masyarakat.

“Sesuai arahan Presiden, beras yang diberikan kepada mereka (penerima bansos) harus yang bermutu. Tidak boleh beras asal-asalan. Jangan sampai terkesan bahwa ini beras sisa yang diberikan kepada masyarakat. Jadi kita harus jamin beras yang diberikan adalah kualitas medium artinya sangat wajar dan layak untuk dimakan,” ujar Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan kerja di Gudang Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Sabtu (19/9/2020).

Ia menambahkan, beras bansos yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat harus sesuai takaran, yakni seberat 15 kilogram, yang dimana beras ini dibagikan setiap satu bulan sekali, sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 3 bulan.

“Itu harus 15 kilogram, kalau kurang harus dibongkar lagi dipenuhi menjadi 15 kilogram. Sekalipun itu kurangnya sedikit, karena kalau sedikit dikalikan sekian goni, itu jadinya banyak,” ujarnya.

Disamping itu, ia juga menyikapi teknis  pendistribusian beras bansos, dimana beras tidak diperkenankan diletakkan atau  ditumpuk di suatu tempat kemudian menyuruh keluarga penerima manfaat untuk datang mengambil.

“Harus tersalurkan betul sampai  kepada keluarga penerima manfaat, tidak boleh ditumpuk di suatu tempat, kemudian dipanggil disuruh mengambil. Transporter harus memastikan beras ini diterima oleh keluarga penerima manfaat,” pungkasnya.

Sekedar informasi, beras bansos yang tersimpan di gudang Bulog Kediri saat ini merupakan murni  hasil serapan dari petani lokal setempat. Sejauh ini, Muhadjir merasa bersyukur karena proses pembelian langsung ke petani lokal berjalan  dengan baik, tanpa ada kendala atau hambatan apa pun.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, stok beras bansos yang tersedia saat ini di gudang Bulog Kediri sebanyak 2200 ton. Sesuai cakupan wilayah kerja Bulog Kediri, beras ini didistribusikan ke sejumlah wilayah kota/kabupaten Kediri dan Nganjuk, Jawa Timur. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.