3 Desain Terbaik Jawa Timur Siap Kontes di Kancah Nasional Fatmawati Trophy
SR, Surabaya – Tiga desainer terbaik dari Jawa Timur resmi mengamankan posisi tiga besar dalam ajang final Fatmawati Trophy Region 8 yang diselenggarakan oleh PDI Perjuangan di Hotel Vasa Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Kompetisi ini menjadi wadah bagi para kreator untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan Fatmawati Soekarno melalui kreativitas desain kebaya dan kerudung yang otentik .
Dari 8 daerah, terpilih 3 wilayah yang berhasil mengamankan tiket menuju babak nasional. Yakni Kabupaten Banyuwangi dengan karya “Kuncup Nitiasa”, Kabupaten Trenggalek melalui “Fatmawati Menak Sopal”, serta Kota Batu yang mengusung tema “Banteng Agung Sekar Mangun”. Ketiga pemenang ini terpilih karena dinilai mampu memadukan kekayaan budaya daerah dengan filosofi perjuangan yang mendalam.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan delegasi daerahnya menembus posisi tiga besar. Ia menekankan bahwa kunci kesuksesan ini terletak pada kekompakan tim dan keberanian menampilkan identitas lokal yang unik, termasuk membawa unsur kesenian rakyat dalam presentasi mereka.
“Alhamdulillah, DPC PDI Perjuangan Kota Batu telah mendelegasikan kepada Bu Anjani dan luar biasa ternyata masuk di tiga besar. Rahasianya tentu di samping kekompakan internal, kami juga menampilkan kekhasan Kota Batu terkait kegiatan Bantengan yang ternyata diperbolehkan tampil oleh DPD,” ujar Syaifudin menjelaskan strategi kemenangan timnya.
Sejalan dengan hal tersebut, desainer asal Kota Batu, Anjani Sekar Arum, memaparkan bahwa busana rancangannya membawa misi pelestarian budaya melalui motif batik Banteng Agung yang telah dikembangkannya sejak tahun 2014. Penggunaan motif ini bertujuan agar perwakilan Jawa Timur memiliki pembeda yang kuat dan berkarakter saat bersaing dengan daerah lain.
“Kami mengusung simbol kekuatan bagi seorang wanita dalam memimpin sebuah bangsa dengan tolok ukur sosok Ibu Fatmawati. Warna merah dan hitam yang digunakan merupakan ciri khas motif Banteng Agung yang melambangkan kekuatan tersebut,” ungkap Anjani mengenai makna mendalam di balik pemilihan warna busananya.

Lebih lanjut, Anjani menjelaskan detail desainnya yang menggunakan elemen angken di bagian luar untuk melambangkan ketegasan seorang perempuan dalam menjalankan peran ganda, baik di dalam keluarga maupun di dunia kerja. Busana yang dibuat secara intensif selama satu minggu ini dirancang agar pemakainya tetap terlihat anggun namun kokoh saat beraktivitas.
Dari sisi penyelenggaraan, Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital PDI Perjuangan Jatim, Qintharra Ulya Yassifa menegaskan, kriteria penilaian menuju babak nasional sangat menitikberatkan pada orisinalitas dan keharmonisan karya.
Panitia mencari desainer yang mampu mengangkat kekayaan budaya daerahnya masing-masing secara teknis maupun filosofis.
“Kriterianya yang pertama pasti otentik, hasil pemikiran desainer masing-masing, bagaimana desain itu mengangkat filosofi budaya daerah, teknik penjahitan, hingga keharmonisan setiap elemen mulai dari kerudung, kebaya, hingga kain jariknya,” jelas Qintharra.
Tak berhenti disini. DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan memberikan pendampingan penuh bagi ketiga pemenang selama masa persiapan menuju tingkat pusat.
Dan di babak nasional nanti, setiap perwakilan diwajibkan menyiapkan tiga busana berbeda yang diharapkan tetap membawa semangat budaya lokal namun dengan inovasi yang memberikan kejutan bagi dewan juri. (hk/red)
Tags: banteng kota batu, desain kebaya, fatmawati trophy, pdip jatim, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.



