Rayakan 75 Tahun, SMA Santa Maria Surabaya Gelar Pameran Pendidikan

Rudy Hartono - 22 August 2026
Kiri ke kanan: Kepala SMA Santa Maria Surabaya Marselina Lilies Dwiyulianita, Ketua II Yayasan Paratha Bhakti Suster Hilda dan Ketua Pelaksana Pameran Pendidikan Brigita Klara Krisdina Mamuaya bersama-sama memukul gendering menandai dibukanya Pameran Pendidikan SMA Santa Maria di Lapangan Tumapel Surabaya, Sabtu (22/8/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya – Lapangan Tumapel Surabaya tampak semarak dan berbeda dari biasanya pada Sabtu (22/8/2026) pagi itu. Riuh rendah suara ratusan siswa yang berbaur dengan alunan musik pembuka dari band sekolah menandai dimulainya Pameran Pendidikan 2026 SMA Santa Maria Surabaya.

Pameran pendidikan ini diikuti oleh 32 instansi pendidikan ternama, mulai dari universitas dalam negeri hingga mancanegara seperti Hongkong. Gita menekankan bahwa setiap institusi yang diundang memiliki performa yang sudah diakui dan banyak diminati oleh para alumni.

“Kami mengundang berbagai kampus dari Surabaya, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Harapannya, kami bisa melahirkan alumni yang memiliki tujuan hidup jelas, bisa berkarir di masa depan, dan memberikan dampak baik bagi masyarakat,” kata  Ketua Panitia Pameran Pendidikan 2026, Brigita Klara Krisdina Mamuaya, M.Si atau akrab disapa Gita.

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya bertempat di area sekolah atau pendopo, kali ini panitia melakukan terobosan dengan memilih lokasi terbuka yang lebih luas.

“Untuk tahun ini kita mengadakannya di lapangan Tumapel dengan space yang lebih besar dan sarana yang lebih banyak. Kami mendapati respons anak-anak sangat semangat dan antusias dengan konsep baru ini. Begitu juga orang tua menyampaikan harapan agar ini bisa berkelanjutan,” tambah Gita.

Stan dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga yang menjadi peserta Pameran Pendidikan SMA Santa Maria di Lapangan Tumapel Surabaya, Sabtu (22/8/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

Memperingati 75 Tahun Usia SMA Santa Maria

Mengusung tema “Dream Big, Live Green – Exploring Global Education for a Sustainable Future,” acara ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan perayaan monumental memperingati 75 tahun perjalanan sekolah dalam mencetak generasi unggul yang peduli terhadap masa depan bumi.

“Event ini mengusung tema Dream Big Live Green supaya anak-anak bisa mewujudkan masa depan mereka dengan tetap merawat bumi, agar mimpi mereka nanti bisa diwujudkan di tempat yang nyaman dan aman,” ujar Gita.

Rangkaian acara pembukaan diawali secara khidmat dengan doa,  dilanjutkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Serviam. Suasana emosional dirasakan saat panitia memutar video “75 Years Journey” yang menampilkan napak tilas sejarah panjang sekolah.

Menandai peringatan 75 tahun SMA Santa Maria dilakukan Prosesi Estafet Perjalanan 75 Tahun, di mana Buku Perjalanan diserahkan dari Komunitas Ursulin hingga ke tangan perwakilan siswa sebagai simbol estafet nilai dan semangat pendidikan yang terus tumbuh.

Momen penyerahan buku “Journey” dilakukan secara estafet dari Suster Hilda kepada alumni diteruskan ke kepala sekolah Lilis, dan terakhir diterima siswa SMA Santa Maria, di sela acara perayaan 75 tahun SMA Santa Maria, Sabtu (22/8/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

Mencetak Pembelajar Sepanjang Hayat

Suster Hilda, OSU, selaku Ketua II Yayasan Paratha Bhakti, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya fasilitas masa depan ini bagi para siswa dan orang tua. Beliau memandang momen ini sebagai usia yang sangat istimewa bagi SMA Santa Maria.

“Rangkaian acara ini memberikan gambaran bagaimana masa depan anak-anak dan memberikan fasilitas bagi mereka untuk memilih perguruan tinggi. Kebetulan tahun ini adalah tahun istimewa untuk SMA yang sudah berusia 75 tahun,” ungkap Suster Hilda.

Kepala SMA Santa Maria Surabaya, Marselina Lilies Dwiyulianita, S.Pd, menambahkan bahwa pameran ini adalah implementasi nyata dari visi sekolah untuk mencetak pembelajar sepanjang hayat.

“Visi jangka panjang kami adalah ingin mencetak anak-anak yang suka belajar sepanjang hayat, tidak hanya di sekolah tapi juga di masyarakat. Salah satu alasan adanya Live Green adalah agar mereka cinta terhadap lingkungan sekitar, baik lingkungan alam maupun sesama manusia,” papar Lilis mengenai filosofi acara tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan opening tour ke berbagai stan pendidikan, bank mitra, hingga bazar makanan.  (js/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.