23 Ribu Warga Lumajang Kena Diabetes Ada Kasus Pasien Anak
SR, Lumajang – Diabetes melitus masih menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang mencatat sebanyak 23.971 penderita diabetes melitus sepanjang 2025. Mayoritas penderita merupakan kelompok usia dewasa atau berusia di atas 18 tahun.
Namun, Dinkes P2KB Lumajang juga menemukan kasus diabetes pada anak yang membutuhkan penanganan medis secara khusus.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Lumajang, dr. Marshall, mengatakan hingga tahun ini terdapat dua kasus diabetes melitus pada anak yang ditemukan.
Menurutnya, diabetes pada anak umumnya berbeda dengan kasus yang terjadi pada orang dewasa.
Diabetes tipe 1 pada anak berkaitan dengan gangguan pada pankreas sehingga tubuh tidak mampu menghasilkan insulin secara memadai.
“Pada anak, kasus diabetes melitus umumnya berkaitan dengan gangguan pada pankreas. Mereka membutuhkan terapi insulin dan biasanya mendapatkan penanganan di rumah sakit. Karena itu, data kasus diabetes pada anak lebih banyak tercatat di rumah sakit,” ujar Marshall, Selasa (18/8/2026).
Ia menjelaskan, data penderita diabetes melitus untuk 2026 masih dalam proses rekapitulasi.
Dinkes P2KB Lumajang masih mengumpulkan data dari fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan angka terbaru.
“Data tahun ini masih kami kumpulkan karena teman-teman masih melakukan rekapitulasi. Untuk 2025, tercatat sekitar 23 ribu penderita diabetes melitus,” katanya.
Orang Dewasa Dominasi Kasus
Marshall menyebut kasus diabetes melitus lebih banyak ditemukan pada orang dewasa. Pada kelompok ini, diabetes umumnya merupakan diabetes tipe 2 yang berkaitan dengan resistensi insulin dan berbagai faktor gaya hidup.
“Kalau anak-anak biasanya diabetes tipe 1, sedangkan orang dewasa lebih banyak diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 2, insulin tidak bekerja secara optimal sehingga gula tidak dapat masuk ke sel tubuh dengan baik,” jelasnya.
Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, di antaranya kurang aktivitas fisik, terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kebiasaan merokok, serta berat badan berlebih.
“Pada kondisi resistensi insulin, penggunaan insulin oleh tubuh menjadi tidak maksimal. Akibatnya, gula tidak terserap dengan baik oleh sel dan akhirnya menumpuk di dalam darah,” tuturnya.
Sementara itu, diabetes tipe 1 yang menyerang anak, terutama pada usia muda, berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas.
“Pada diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang pankreas sehingga mengganggu produksi insulin. Akibatnya, anak membutuhkan insulin dari luar yang diberikan melalui suntikan,” kata Marshall. Penanganan diabetes tipe 1 pada anak, lanjut dia, membutuhkan kontrol rutin.
Pasien umumnya mendapatkan penanganan di rumah sakit, sementara puskesmas berperan dalam pemantauan dan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan pasien.
Diabetes Bisa Dikendalikan
Berbeda dengan sejumlah penyakit yang dapat disembuhkan, diabetes melitus merupakan penyakit yang perlu dikendalikan dalam jangka panjang.
Pengendalian kadar gula darah menjadi penting untuk mencegah kerusakan organ dan komplikasi.
“Diabetes tidak dapat disembuhkan 100 persen, tetapi bisa dikendalikan sehingga penderitanya dapat beraktivitas seperti orang sehat. Tujuannya adalah menjaga gula darah tetap terkendali agar tidak terjadi komplikasi, antara lain melalui obat-obatan atau insulin pada kondisi tertentu,” pungkasnya. (*/red)
Tags: Diabetes Melitus, lumajang, pasien anak, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





