Ziva Magnolya Rilis Album Perdana

Yovie Wicaksono - 24 August 2022

SR, Surabaya – Setelah kemunculannya di industri musik pada 2020 lalu, kini penyanyi bertalenta, Ziva Magnolya merilis album perdana yang diberi judul Magnolya di bawah bendera label rekaman Universal Music Indonesia.

Album Magnolya ini menjadi sebuah mimpi yang terwujud, dan telah dinantikan oleh Ziva Magnolya yang juga menjadi jebolan ajang pencarian bakat ini.

Nama Magnolya sendiri dipilih sebagai judul album bukan tanpa alasan. Ini menjadi sebuah penegasan juga penanda akan sesuatu yang dinantikan oleh Ziva telah terealisasi, sebuah full album. Juga sebagai wujud eksistensi di industri musik yang dikemas dalam sebuah album atas namanya sendiri.

“Ini sebuah kebanggaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” kata Ziva.

Album Magnolya ini terdiri dari delapan lagu, yang lima di antaranya telah dirilis dalam bentuk single sebelumnya. Ada lagu “Tak Sanggup Melupa #TerlanjurMencinta” yang menjadi single perdana Ziva yang dirilis pada 26 Juni 2020 lalu.

Kemudian ada juga “Mata-Mata Harimu”, “Sampai Kapan”, “Terlukis Indah” berduet dengan Rizky Febian. Dan, yang terakhir ada lagu “Peri Cintaku” yang belum lama ini dirilis, tepatnya pada April 2022 lalu.

Lagu “Peri Cintaku” mendapatkan respon yang sangat baik, bahkan menduduki trending #1 di YouTube dan mencapai posisi top 3 di berbagai chart.

Beberapa hari sebelum album perdana dirilis, Ziva juga memberikan kejutan dan membanggakan para penggemarnya dengan keberhasilan terpilih sebagai Spotify EQUAL Ambassador dari Indonesia untuk bulan Juli, yang menjadikan sosok Ziva Magnolya terpampang di billboard di New York Times Square.

Selain lima lagu yang telah dirilis sebelumnya, di album Magnolya ini juga disertakan tiga lagu baru yang belum pernah dirilis atau diperdengarkan di publik sebelumnya. Tiga lagu itu adalah “Munafik”, “Bahagia?”, dan “Pilihan yang Terbaik”.

Lagu Munafik ditulis sendiri oleh Ziva Magnolya bersama SOIN yang menceritakan kisah penantian dari sebuah percintaan yang entah sampai kapan karena tidak adanya sebuah kepastian. Untuk aransemennya, lagu ini mengambil warna musik pop ballad yang sendu dengan dibungkus instrumen piano dan strings section yang menjadikannya lebih syahdu untuk didengar.

Sedangkan untuk lagu “Bahagia?” mengambil nuansa musik yang upbeat, pop ceria yang nyaman untuk didengarkan. Walaupun sebenarnya, lagu yang juga diciptakan Ziva dan SOIN ini bercerita tentang kondisi patah hati seseorang yang ditinggal pasangannya.

Terakhir, ada lagu “Pilihan yang Terbaik” yang ditulis oleh Seto Bramana. Ini menjadi salah satu lagu cinta bernuansa sedih dengan cerita tentang akhir dari sebuah hubungan. Sesuai dengan ceritanya, lagu ini dikemas dengan sangat apik. Penempatan instrumen cello di beberapa bagiannya menjadi sebuah pemanis yang pas dari sebuah lagu cinta yang sangat indah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.