Whisnu : Warga Sidoarjo dan Gresik Masuk Surabaya Tak Perlu Rapid Test

Yovie Wicaksono - 18 July 2020
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat melakukan kunjungan ke warga RT 04, RW 08 Kedungturi Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari Surabaya pada Minggu (31/5/2020). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan, warga atau pekerja asal Sidoarjo maupun Gresik yang bekerja di Surabaya tidak perlu menunjukkan hasil non reaktif rapid test atau negatif swab test Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait terbitnya Perwali nomor 33 tahun 2020 sebagai perubahan atas Perwali nomor 28 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Surabaya.

“Artinya itu yang diluar Surabaya Raya. Kalau di Surabaya Raya, karena kan banyak juga yang warga Sidoarjo dan Gresik yang kerjanya di Surabaya itu nggak perlu (menunjukkan hasil non reaktif rapid test atau negatif swab test Covid-19). Tapi yang diluar Surabaya Raya memang kita perlukan supaya kita juga bisa menghindari penyebaran itu,” ujar Wakil Wali Kota Surabaya ini, Jumat (17/7/2020).

Dikatakan, karena Surabaya merupakan tempat untuk bekerja dan aktivitas lainnya, maka harus ada upaya yang dilakukan.

“Makanya sebenarnya bukan terus diwajibkan rapid test. Surat rapid test itu surat sehat istilahnya, masuk Surabaya itu harus bawa surat sehat yang bukan ber KTP Surabaya itu bisa berlaku surat sehatnya 14 hari. Yang datang ke Surabaya maksudnya, bukan terus yang dituding bekerja di Surabaya,” katanya.

Dalam Perwali juga diberlakukan pembatasan aktivitas di luar rumah dilaksanakan mulai 22.00 WIB.

“Iya jam malam artinya kita tidak ingin warga Surabaya ini begitu lepas PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) terus warga euforia merasa bahwa ini sudah tidak ada pandemi, kita harus tetap waspada. Makanya semua kegiatan di masyarakat itu kita hentikan jam 10 malam,” ujar Whisnu.

“Dan itu juga mengefektifkan kampung tangguh biar bisa menjaga kampungnya,” imbuhnya.

Sekedar informasi, berdasarkan data per Jumat (17/7/2020) untuk Covid-19 di Surabaya, terdapat 7,431 Kumulatif Konfirmasi, 2,792 Konfirmasi dalam Perawatan, 3,974 Konfirmasi Sembuh, 665 Konfirmasi Meninggal. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.