Persoalan Lingkungan Sangat Kompleks dan Berdampak Multidimensi

Yovie Wicaksono - 29 November 2022

SR, Surabaya – Persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) atas lingkungan hidup perlu menjadi perhatian bersama. Hal ini disampaikan aktivis lingkungan sekaligus Mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur, Catur Nusantara dalam webinar Layak Human Right Festival 2022 dengan topik ”Hak Asasi Manusia pada Isu Lingkungan”, Selasa (29/11/2022) sore.

Catur mengatakan, persoalan lingkungan adalah persoalan yang kompleks dan dampaknya multidimensi. Ia mencontohkan permasalahan sektor pangan, sektor energi, lumpur lapindo serta kriminalisasi petani di Kediri dan berbagai wilayah lainnya.

Menyoroti peristiwa lumpur lapindo di Sidoarjo, menjadi masalah lingkungan yang dianggap Catur tidak ditangani dengan serius, karena negara hanya memberikan perlindungan berupa ganti rugi aset.

“Prinsipnya negara harusnya melindungi lingkungan hidup yang baik. Tidak hanya memberi perlindungan berupa ganti rugi saja, namun ada upaya pemulihan lingkungan yang dilakukan dengan serius,” jelasnya.

Menurutnya, solusi yang dilakukan pemerintah begitu sederhana dalam menangani masalah lingkungan hidup. Ia menganalogikan pemerintah mengelola lumpur lapindo seperti waduk.

“Jadi mengelola lumpur lapindo seperti waduk, sesederhana itu,” imbuhnya. 

Selain itu, perusahaan yang menyebabkan lumpur lapindo juga tidak mendapatkan ganjaran pada semestinya. Hal ini dikarenakan di Indonesia belum ada permasalahan lingkungan yang digolongkan dalam pelanggaran HAM berat. Padahal menurut Catur, persoalan lingkungan seharusnya menjadi kejahatan berat bagi pelaku pelanggaran lingkungan hidup dikarenakan ada hak yang dilanggar.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, lanjut Catur, dapat dilakukan secara individual mulai dari mengelola lingkungan sekitar seperti air, hingga pangan. 

“Ketika keliru menata diri kita dalam menggunakan itu, maka kita juga berkontribusi dalam melakukan kerusakan lingkungan,” lanjutnya.

Aktivis Tunas Hijau, Mochamad Zamroni menambahkan, tidak perlu menunggu pemenuhan pemerintah kalau kita tidak melakukan upaya apapun.

“Tidak pas kalau kita menuntut tapi kita tidak melakukan upaya apa-apa,” tandas Zamroni. (vi/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.