Usai Direhabilitasi,  Anak-Anak Korban Bom Surabaya Siap Dikembalikan ke Masyarakat

Yovie Wicaksono - 14 May 2019
Misa Peringatan Peristiwa 13 Mei di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Selasa (13/5/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR,  Jakarta – Kementerian Sosial akan segera menyerahkan anak-anak korban pengeboman di Surabaya kepada masyarakat. Nantinya,  Pemerintah Daerah (Pemda) yang akan bertanggung jawab terhadap kehidupan anak-anak tersebut.

“Kita sedang menunggu Pemda yang mencarikan tempat untuk mereka. Kalau sudah siap tinggal kita kembalikan ke masyarakat,” ujar Kepala Panti Sosial Marsudi Putera Handayani,  Neneng Aryani saat dihubungi Super Radio, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya,  saat ini kondisi anak-anak tersebut sudah sangat baik. Usai dilakukan rehabilitasi,  kini pemikiran mereka tentang jihad pun sudah tidak ada lagi.

“Mereka sudah berubah secara signifikan, dengan mindset yang ada dalam diri mereka hanya ingin melanjutkan sekolah. Jadi tidak ada lagi pemikiran mereka untuk berjihad, ngebom, bunuh diri. Mereka bercita-cita ingin menjadi tentara, polisi, dokter, pemain sepak bola dan sebagainya,” kata Neneng.

Ia menceritakan awal mula anak-anak tersebut berada direhabilitasi. Dikatakan,  mereka tidak ingin bergaul bahkan untuk berinteraksi dengan para pegawai di sana. Namun kini mereka sudah siap untuk dikembalikan ke masyarakat.

“Awal-awalnya mereka tidak mau bergaul, jangankan bergaul disentuh dengan kita saja tidak mau. Kitakan apa yang orang tua berikan tidak kita berikan, tapi apa yang tidak orang tua berikan maka kita berikan, seperti mereka awalnya tidak boleh menonton TV jadi direhabilitasi ini kita tontonkan beberapa film tentang kepahlawanan, film-film tentang perbedaan, cinta kehidupan. Karena mereka setiap malam ditontonkan tetapi film-film yang di Suriah,” kata Neneng.

“Kita tidak mudah melakukan itu, kita melakukannya dengan pendekatan kemanusiaan, membangun kepercayaan dengan mereka itu tidak mudah tapi sekarang mereka sudah sangat baik,” sambungnya.

Ada sekitar tujuh anak yang direhabilitasi di Panti Sosial Marsudi Putera Handayani ini.  Anak yang paling kecil berumur sekitar 7 tahun sedangkan yang terbesar 14 tahun.

Sebelumnya,  tepatnya pada 13 Mei 2018 telah terjadi pengeboman di beberapa tempat di Surabaya,  Jawa Timur. Dalam tragedi tersebut setidaknya ada sekitar 28 orang yang meninggal dan puluhan orang luka-luka. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.