Ungkapan “Sujud Syukur” dalam Pameran Tunggal

Yovie Wicaksono - 30 January 2022

SR, Surabaya – Alifiman Eratama menghadirkan interpretasi rasa sujud dan syukurnya dalam 30 karya yang terdiri dari patung hingga lukisan pada pameran tunggal yang digelar di Samata House, Surabaya mulai Sabtu (29/1/2022) hingga Senin (7/2/2022).

Diiringi dengan alunan musik, para pengunjung diajak masuk ke dalam karya-karya yang didominasi dengan potret seorang anak pengidap Hidrosefalus, pergolakan batin, serta proses bersyukur yang terpajang di sepanjang area Samata House.

Pemilihan tajuk Sujud Syukur sendiri, terinspirasi dari momen kelahiran anak keduanya yang mengidap Hidrosefalus. Saat itu ia mengalami pergolakan batin, sehingga akhirnya sampai pada titik bersyukur dan menuangkan rasa tersebut dalam karya-karyanya.

“Dalam perjalanan dua tahun yang lalu saya dikaruniai putra namun anak saya terlahir dengan hidrosefalus. Nah dari situlah saya lakukan perenungan mulai dari kenapa Tuhan memberikan, jadi ada sebuah protes. Dan perenungan itu memunculkan karya-karya. Jadi karya disini termasuk menginterpretasi sujud syukur itu sendiri,” ujarnya.

Alifiman berharap, pameran yang diselenggarakan ini dapat membuat para pengunjung terutama milenial yang hadir menjadi orang yang bersujud syukur atas apa yang Tuhan berikan.

Budayawan dan pakar hukum konstitusi UNTAG Surabaya, Soetanto Soepiadhy yang turut hadir juga memberikan apresiasinya. Menurutnya, Alifiman mampu mengubah rasa kecewa itu menjadi sebuah karya yang kreatif.

“Dia selalu dengan konsep bahwa Tuhan itu maha pengasih dan penyayang toh nanti akan sembuh juga. Karena perjalanan hidupnya ini naik turun dan dia berhasil melakukan sesuatu dimana cobaan dialaminya, Saya berharap ia menjadi pelukis yang besar,” ucap Soetanto Soepiadhy. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.