Terminal Purabaya Pastikan Tersedia Bus Cadangan Layani Puncak Mudik Tahun Baru 2026
SR, Sidoarjo – Arus mudik di Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih terpantau landai di H-2 Nataru. Tepatnya pada Selasa (30/12/2025) sore. Tampak area pemberangkatan maupun ruang tunggu masih lenggang. Hanya terlihat sedikit kepadatan di area posko pemberangkatan bus.
Humas Terminal Tipe A Purabaya Sarah Aritonang mengatakan, penurunan aktivitas memang terlihat dari jumlah bus dan penumpang yang lalu lalang.
Untuk jumlah kendaraan menurun di kisaran 9 persen sedangkan jumlah penumpang sekira 14 persen dibanding tahun 2024 dengan total 42.000 penumpang pada puncak arus mudik.
“Kalau dibanding tahun kemarin ini untuk kendaraannya menurun rata-rata sekitar 9 persen. Untuk penumpangnya menurun sekira 14 persen,” ujarnya.
Disamping itu, berdasarkan data per Senin (29/12/2025) tercatat total 35.000 penumpang. Rinciannya yakni penumpang datang sebanyak 12.400 orang dan penumpang berangkat 23.000 orang.
Dari jumlah tersebut, terdapat 8 rute favorit pemudik. Yakni bus AKDP pada rute Blitar, Kediri, Ponorogo, Malang, Bojonegoro. Dan bus AKAP rute Solo, Yogyakarta, dan Jakarta.
“Arus mudik natal dan tahun baru saat ini terpantau cukup ramai. Untuk puncaknya kita prediksi terjadi besok (31/12/2025) di pagi dan sore hari,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi gelombang puncak arus mudik pada 31 Desember 2025 mendatang. Disediakan armada bus cadangan dan patroli bersama stakeholder terkait. Seperti Polresta Sidoarjo, Polda Jatim, Koramil, Dinas Kesehatan Sidoarjo, hingga Dinas Kesehatan Jatim.
“Antisipasi kami siapkan armada cadangan sekitar 10-20 persen. Untuk total armada yang berangkat dan datang di terminal purabaya, sekitar 2.200 kendaraan,” tuturnya.
Sementara itu, calon penumpang tujuan Magetan, Bagus Ibrahim (28) turut membagikan pengalamannya. Ia mengaku biasa naik bus sebab lebih efektif dengan tarif terjangkau. “Emang selalu naik bis sebulan bisa dua sampai tiga kali. Berhubung orang tua saya sakit jadi saya pulang sekalian ambil cuti,” kata Bagus.
Meski naik bus lebih efektif, namun Budi masih risau pada maraknya calo di sekitar terminal. Ia menceritakan, salah satu saudaranya pernah mendapat pengalaman kurang menyenangkan. Ditarik tarif dua kali lipat hingga dibujuk sampa membeli tiket dari calo.
“Kalau saya lebih ke keamannya kadang beberapa orang yang dari jauh, saya sering tahu itu banyak yang dapat di calo. Beberapa kali itu ada yang dapat harga dua kali lipat, cukup meresahkan,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: bus cadangan, Libur Tahun Baru, superradio.id, Terminal Purabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





