Hari Bumi, The Alana Ajak Anak Disabilitas Berkreasi dengan Linen Tak Terpakai

Rudy Hartono - 23 April 2026
Anak disabiltas pamerkan karya suvenir hasil kreasi dari bahan linen tak terpakai di The Alana Surabaya saat Hari Bumi, Rabu (22/4/2026). (foto: istimewa)

SR, Surabaya — Dalam semangat Hari Bumi, The Alana Surabaya berkolaborasi dengan Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya, lembaga binaan Pemerintah Kota Surabaya bagi anak-anak berkebutuhan khusus, menghadirkan inisiatif berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga penuh makna. Kain linen bekas hotel yang sebelumnya tidak terpakai kini dihidupkan kembali menjadi suvenir bernilai melalui tangan-tangan kreatif penyandang disabilitas.

Melalui teknik pewarnaan shibori, kain-kain tersebut disulap menjadi pouch bag dengan motif unik yang tidak pernah sama. Setiap lipatan, warna, dan pola yang tercipta menyimpan makna lebih dari sekadar karya, tentang kesempatan kedua bagi yang pernah dianggap tak bernilai dan bagi mereka yang kerap dipandang sebelah mata.

Anak disabiltas pamerkan karya membatik di The Alana Surabaya saat Hari Bumi, Rabu (22/4/2026). (foto: istimewa)

Program ini menjadi wujud nyata komitmen The Alana Surabaya dalam mengurangi limbah tekstil sekaligus memberdayakan komunitas disabilitas. Lebih dari sekadar kegiatan berkelanjutan, inisiatif ini menghadirkan nilai inklusivitas, di mana karya yang dihasilkan memiliki kualitas, fungsi, dan makna yang setara.

Leo Arief Budiman, Instruktur Rumah Anak Prestasi Semolowaru, menyampaikan:
“Bagi kami, ini bukan hanya tentang membuat produk, tetapi tentang membangun rasa percaya diri. Teman-teman disabilitas belajar bahwa karya mereka dihargai dan memiliki nilai. Dari sesuatu yang dianggap tidak berguna, mereka mampu menciptakan sesuatu yang membanggakan.”

Staf The Alana Surabaya bersama anak kumpulkan sibuk mengkreasi bahan kain linen tak terpakai untuk dibuat suvenir yang bermanfaat dan ramah lingkungan di Hari Bumi 22 April 2026. (foto: istimewa)

Sementara itu, Fabio P. Simorangkir, General Manager The Alana Surabaya, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah nyata menuju hospitality yang lebih berempati:
“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang manusia. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan dampak yang lebih luas, mengurangi limbah sekaligus membuka ruang bagi teman-teman disabilitas untuk berkarya dan diapresiasi. Souvenir ini menjadi simbol bahwa setiap hal memiliki nilai, jika diberi kesempatan.”

Suvenir pouch bag hasil karya ini nantinya akan diberikan kepada para tamu yang menginap di The Alana Surabaya, sebagai bagian dari pengalaman menginap yang lebih bermakna, di mana setiap tamu turut menjadi bagian dari cerita kepedulian terhadap bumi dan sesama.

Melalui kolaborasi ini, The Alana Surabaya berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk melihat potensi di balik keterbatasan, serta mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya yang berdampak. (*/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.