Terkait Kasus Pencabulan di Lembaga Pendidikan, Renny: Harus Ada Efek Jera Terhadap Pelakunya

Yovie Wicaksono - 19 July 2022
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Wara Sundari Renny S Pramana. Foto : (Istimewa)

SR, Kediri – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana menyoroti kasus pencabulan anak yang terjadi beberapa waktu terakhir. Renny prihatin, karena peristiwa pencabulan tersebut justru terjadi lembaga pendidikan yang mengajarkan soal akhlak.

Legislator yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim ini menyebut ironis, karena kasusnya terjadi di lingkungan sekolah agama dan dilakukan oleh oknum pengajar yang seharusnya menjadi panutan dalam hal perilaku.

Dalam pemahamannya selama ini, jelas Renny, di sekolah agama maupun pondok pesantren selain mendapat pendidikan formal juga mengutamakan akhlak.

Namun melihat beberapa kasus terakhir, bebernya, menggambarkan bahwa di pondok pun tidak aman, karena pelakunya justru tokoh sentral di pondok tersebut, yang seharusnya menjadi panutan bagi santrinya.

Menurut Renny, aksi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan seringkali terjadi karena lemahnya pengawasan dari instansi terkait maupun pihak berwajib.

Untuk itu, legislator yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan rakyat itu menyebutkan, harus ada kesepakatan bersama, baik dari pemerintah atau masyarakat, untuk memantau langsung pelaksanaan pembelajaran di sekolah umum maupun di pondok pesantren.

“Kita harus duduk bersama dengan goodwill, dan pemerintah harus hadir mengurai dan menyelesaikan bersama agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti di Jombang, Banyuwangi dan Batu,” kata Renny, saat di Kota Kediri, Senin (18/7/2022).

Mantan Ketua DPRD Kota Kediri ini menambahkan, kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di salah satu SMA wilayah Batu Malang pun mendapat perhatian dari Komisi E DPRD Jatim.

“Bahkan Komisi E turun ke sana, beberapa kali kesana. Akhirnya kira koordinasi dengan Kapolda, juga dengan pimpinan kepolisian di Kota Batu. Ini tidak bisa dibiarkan karena sangat keterlaluan,” sebutnya.

Pihaknya pun mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh aparat kepolisian, yang telah melakukan penindakan terhadap siapapun pelaku kekerasan seksual untuk memberikan efek jera.

“Harus ada efek jera terhadap siapapun pelaku kekerasan seksual. Tidak boleh pandang bulu seperti halnya di Jombang. Itu saya sangat mengapresiasi ketegasan aparat, dengan telaten, sabar dan santun tanpa harus menggunakan kekerasan bisa menangkap pelakunya,” kata Renny. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.