Tenun dan Batik Gedog Tuban Tembus Pasar Jepang dan Belanda

Yovie Wicaksono - 30 November 2022

SR, Tuban – “Dog Dog Dog”, begitu suara kemplongan yang menginspirasi penamaan tenun dan batik Gedog asal Kabupaten Tuban. Proses pembuatan yang dilakukan secara tradisional menjadikan produk kerajinan ini memiliki keunikan hingga diminati sampai ke Jepang dan Belanda. 

“Ini keunikan kami. Mulai dari menanam kapas sebagai bahan dasar, dipintal menjadi benang, ditenun, dibatik, itu semua dikerjakan secara tradisional oleh tangan masyarakat di desa ini, tidak pakai mesin sama sekali,” ujar pengrajin sekaligus pemilik Galeri Melati Mekar Mandiri di Desa Margorejo, Kabupaten Tuban, Nanik Hariningsih.

Desa Margorejo, Kabupaten Tuban menjadi salah satu Desa Devisa di Jawa Timur dengan produk berupa kerajinan tenun dan batik Gedog. Produk ini dijual dengan kisaran harga Rp 150 ribu hingga Rp 5 juta.

“Mengenai kuantitas biasanya per bulan kami kirim 1 item tenun gedog putih itu 400 potong yang dikirim lewat eksportir. Kalau untuk motif yang paling diminati tergantung permintaan, ada motif peninggalan, ada juga motif pengembangan yang mengikuti pasar,” terang Nanik. 

Satu hal yang menjadi perhatian utama Nanik adalah penciptaan lapangan kerja bagi para perempuan di desanya. Ada sebanyak 35 orang pekerja harian lepas dan 65 orang pekerja harian tetap.

“Alhamdulillah bisa menciptakan lapangan kerja. Di sini yang bekerja rata-rata ibu-ibu sampai mbah-mbah di daerah sekitar sini. Alhamdulillah mereka bisa membantu ekonomi keluarga supaya asap dapur bisa mengepul setiap hari dan juga bisa membuat para perempuan di sini berkarya,” tutur Nanik. (*/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.