Tekan Kasus DBD dengan Gerak Satu Rumah Satu Jumantik

Yovie Wicaksono - 3 November 2019
Ilustrasi

SR, Surabaya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mengimbau kepada masyarakat agar berpartisipasi dalam menekan kasus demam berdarah dengan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).

“Gerakan satu rumah satu jumantik yakni memberdayakan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan, pemberantasan jentik nyamuk aedes aegypti dan albopictus di rumah tinggal/instansi/institusi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Prov Jatim, Kohar Hari Santoso, Minggu (3/11/2019).

Ia mengatakan, salah seorang yang mampu melakukan pemantauan jentik seminggu sekali secara rutin tersebut dengan menyebutkan jumantik rumah bila di rumah tangga, kader jumantik bila ada di lingkungan pemukiman, jumantik kantor bila di perkantoran, siswa pemantau jentik bila yang melakukan adalah siswa di sekolah, pramantik untuk pramuka.

Dikatakannya, pada 2019 periode Januari hingga September penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Jatim sebanyak 16.764 orang, sedangkan kematian akibat DBD sebanyak 169 orang.

Mengingat saat ini telah memasuki musim hujan, salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat untuk menekan kasus DBD adalah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus yaitu menguras, menutup tempat penampungan air dan menyingkirkan/memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas secara rutin di tempat tinggal masing-masing minimal seminggu sekali di lingkungan secara rutin setiap seminggu sekali plus menghindari gigitan nyamuk.

Sebagai informasi, Jawa Timur kembali menduduki peringkat tertinggi dalam kasus DBD di Indonesia. Data sementara yang dihimpun Kementerian Kesehatan dari awal tahun hingga 29 Januari 2019 menunjukkan, jumlah kasus DBD di Jawa Timur mencapai 20 persen dari total laporan kasus yang diterima dari seluruh Indonesia, yaitu 13.683 kasus.

Berikut 10 provinsi dengan jumlah kasus DBD tertinggi selama sebulan terakhir yakni Jawa Timur (2.657 kasus), Jawa Barat (2.008), Nusa Tenggara Timur (1.169), Jawa Tengah (1.027), Sulawesi Utara (980), Lampung (827), DKI Jakarta (613), Sulawesi Selatan (503), Kalimantan Timur (465), Sumatera Selatan (353). (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.