Lebaran Bersama Pasien Covid-19

Yovie Wicaksono - 13 May 2021
Salat Idulfitri di RSLI, Kamis (13/5/2021). Foto : (Super Radio/Hamidia Kurnia)

SR, Surabaya – Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya (RSLI) menyelenggarakan Salat Idulfitri 1442 H bersama pasien Covid-19, Kamis (13/5/2021).

Bertempat di depan tenda A (Administrasi) RSLI, kegiatan tersebut diikuti sekira 50 orang tenaga kesehatan (nakes), relawan dan petugas RSLI yang berada di zona hijau, serta kurang lebih 30 pasien umum dan PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang berada di zona merah (infeksius).

Berbeda dengan penyelenggaraan Salat Iduladha di RSLI yang menempatkan Imam dan Khotib di zona merah karena Imam berasal dari pasien, kali ini Imam dan Khotib berada di zona hijau, sedangkan pasien menjadi makmum di zona merah.

Penanggung Jawab RSLI, Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan agar pasien Covid-19 dan para tenaga kesehatan tetap merasakan suasana lebaran meski masih berpisah dengan keluarga.

“Jadi kami ingin memberi dukungan moril supaya mereka tetap enjoy, pasien tidak sendiri, pasien tetap diperhatikan dan didampingi,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan konsep “Be Happy” yang diusung, RSLI ingin memberikan rasa nyaman dan kegembiraan kepada pasien agar nantinya, diharapkan imunitas nya meningkat dan segera pulih.

“Konsep kita, bukan obat-obat yang kita dominan tapi bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi tidak hanya menyelesaikan masalah medisnya saja, karena kalau psikologisnya bagus, daya tahan tubuhnya meningkat pasien bisa cepat sembuh,” katanya.

Sementara itu, Supervisi RSLI dari BPBD, Sad Nasir mengungkapkan kebahagiaannya terhadap acara ini.

“Kami ya bangga, senang karena ada keakraban antara pasien dan nakes. Kami juga Alhamdulillah bisa melaksanakan tugas kita untuk dekat dengan Allah SWT,” ucap nya saat memimpin Salat Id hari ini.

Sekadar informasi, RSLI telah dilibatkan dalam satgas penanganan PMI Jawa Timur untuk pelayanan pasien positif Covid-19.

Saat ini tercatat 8.498 PMI sudah masuk di Jawa Timur. Mereka kebanyakan dari Malaysia, disusul Singapura, Hongkong, dan Brunei Darussalam. 66 diantaranya dirawat di RSLI karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari jumlah itu 35 orang sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang, melanjutkan isolasi mandiri menggenapi 14 hari di tempat tinggal masing-masing dengan perjalanan yang dipantau Dishub Jatim dan dimonitor oleh Dinkes Jatim dan Dinkes kota setempat. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.