Tahun Kedua Penjual Bendera Musiman Sepi Pembeli

Yovie Wicaksono - 14 August 2021
Toni, Penjual Bendera Musiman di Kawasan Jalan Raya Buduran, Sidoarjo, Sabtu (14/8/2021). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Agustus tahun ini, merupakan tahun kedua bagi para penjual bendera musiman mengalami penurunan omzet secara drastis akibat pandemi Covid-19.

Seperti hal nya Toni (33), penjual bendera di kawasan Jalan Raya Buduran, Sidoarjo. Momen yang menjadi berkah tersendiri setahun sekali itu nyaris tak dapat lagi dinikmati.

“Pembeli sepi sekali, ini sudah tahun kedua seperti ini karena ada pandemi, lalu ditambah lagi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, red),” ujarnya, Sabtu (14/8/2021).

Bapak dua anak ini membuka lapaknya mulai 25 Juli hingga 16 Agustus pada tiap tahunnya di lokasi yang sama sejak 2006.

Biasanya, dalam satu pekan, ia bisa mendapatkan penghasilan kotor hingga Rp 5 juta. Kini di tengah pandemi, dalam sepekan ia hanya mendapatkan penghasilan kotor Rp 300 ribu saja.

“Kita masih bisa makan saja sudah untung,” ujar pria yang dalam kesehariannya menjual gorden keliling ini.

Sejak 08.00 hingga 19.00 WIB, ia menggelar lapaknya yang menjual beraneka macam bendera. Mulai dari bendera untuk aksesoris kendaraan, bendera yang biasa dipasang dirumah maupun lapangan, umbul-umbul, bandir, hingga backdrop atau background, dengan harga bervariasi, tergantung ukuran dan bahan kain.

“Ada yang harga Rp 5 ribu sampai Rp 300 ribu,” imbuhnya.

Pria asal Garut yang kini berdomisili di Dusun Nyamplung, Desa Sumokali, Kecamatan Candi, Sidoarjo ini juga telah memasarkan dagangannya melalui media sosial, namun juga tetap sepi pembeli karena persaingan harga.

“Saya juga sudah pasarkan di media sosial tapi tetap sepi karena persaingan harga. Pandemi ini susah pokoknya. Kampung yang biasanya butuh bendera untuk lomba hias, sekarang juga tidak ada,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.