Surat Pernyataan PTM Dinilai Meresahkan, Deni : Harus Direvisi

Yovie Wicaksono - 19 May 2021
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Deni Wicaksono. Foto : (Istimewa)

SR,Surabaya – Anggota DPRD Jatim, Deni Wicaksono mengatakan, surat pernyataan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 yang disediakan pihak sekolah harus direvisi.

Penyebabnya, orang tua/wali murid resah dengan kalimat di surat pernyataan yang menyebut orang tua murid menyetujui dan menerima segala konsekuensi yang terjadi pada anak mereka dengan dilaksanakannya PTM.

Kalimat tersebut ada kesan pihak sekolah bisa tidak mau bertangungjawab atau lepas dari tanggungjawab jika terjadi sesuatu pada siswa dengan alasan bahwa orang tua/wali murid sudah membuat surat pernyataan yang berisi setuju dan menerima segala konsekuensi yang terjadi pada anak mereka dengan dilaksanakannya PTM.

Menurut Deni, proses PTM harus menjadi tanggungjawab bersama, baik sekolah, orang tua dan siswa.

“Kepala Daerah atau Dinas Pendidikan seharusnya tidak memperkenankan sekolah menyodorkan format surat pernyataan yang demikian untuk ditandatangani oleh orang tua siswa. Dimana seolah hanya orang tua dan siswa yang harus setuju dan harus menerima segala konsekuensi yang terjadi pada siswa dengan dilaksanakannya PTM,” ujar Deni,Rabu (19/5/2021).

Menurut Deni, dengan surat pernyataan yang seolah dibuat atas inisiatif orang tua siswa, meskipun itu formatnya sebenarnya dibuat oleh sekolah dan orang tua siswa harus menandatangani, ini bisa berkonotasi bahwa sekolah atau pemerintah bisa lepas tangan dan tidak perlu bertanggungjawab jika terjadi apa-apa pada siswa akibat dilaksanakannya PTM.

Sekadar informasi, surat pernyataan PTM di SMA Negeri 21 Surabaya viral di media sosial, karena isinya menyebut orang tua murid menyetujui dan menerima segala konsekuensi yang terjadi pada anak mereka dengan dilaksanakannya PTM.

Dikarenakan SMA dibawah kewenangan pemerintah provinsi maka sudah banyak pihak sudah meneruskan dan menanyakan pada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa maupun pemprov Jatim melalui akun mereka. Akan tetapi baik Khofifah maupun Pemprov Jatim belum memberikan tanggapan.

Menurut rencana PTM di tingkat SMA akan berlangsung mulai 5 Juli 2021. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.