Struktur Batu Kuno Peninggalan Kerajaan Ditemukan di Kediri

Yovie Wicaksono - 19 June 2019
Struktur batu kuno di Desa Krecek Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Surabaya – Struktur batu kuno berukuran lebar 10 meter dan panjang 10 meter, ditemukan di Desa Krecek Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

Struktur batu kuno jaman kerajaan ini posisinya diatas permukaan tanah di tengah areal persawahan milik Dwi Peni. Semula masyarakat menganggap jika struktur batu bata tersebut adalah bekas bangunan markas Belanda.

“Ketidaktauan masyarakat, yang menganggap tempat tersebut markas Belanda, setelah dicek sama teman-teman komunitas ini ternyata malah bukan. Banyak struktur bata yang terlihat masih cukup baik,” ujar Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Eko Priyatno kepada Super Radio, Selasa (18/6/2019).

Selama ini masyarakat setempat menamai tempat gundukan tanah itu sebagai Puthuk Gong. Masyarakat mempercayai pada malam hari tertentu sering mendengar bunyi gong.

“Masyarakat menyebut Puthuk Gong dikarenakan ada suara gong di sekitar situ,” imbuhnya.

Meski ditemukan struktur batu kuno disana, pihaknya belum bisa menyimpulkan jika tempat tersebut adalah sebuah candi dan masih harus dilakukan kajian. Disamping itu, pihaknya belum bisa memberikan keterangan pada era kerajaan apa struktur batu tersebut dibangun.

Lebih lanjut ia tidak menampik, jika struktur batu kuno tersebut ada kemiripan fisik dengan batu kuno lainnya yang sebelumnya ditemukan di situs Tondong Wongso, situs Dorok, dan situs Tunglur.

Meski pihak Disparbud Kabupaten Kediri belum bisa menyimpulkan batu kuno ini dibuat abad ke berapa, namun dipastikan jika batu tersebut adalah peninggalan jaman kerajaan.

“Kalau mengarah ke masa kerajaan iya, tapi kalau dikatakan masyarakat markas Belanda bukan. Secara fisik itu batuan struktur cagar budaya. Mungkin masa-masa kerajaan, cuma kita belum bisa menyebut itu era kerajaan siapa, Kerajaan Majapahit, Singosari apa Kadiri,” imbuhnya.

Guna mengetahui pada kerajaan apa, struktur batu kuno ini disusun. Pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan masih memerlukan referensi rujukan dari arsitektur atau sumber sejarah dan pendalaman kajian penelitian yang perlu dieksplorasi dari sekitar lokasi temuan.

Seperti diketahui sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri beberapa hari lalu juga menemukan sebuah benda purbakala berbentuk batu kuno dan arca Ganesha di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri Jawa Timur. Ini merupakan penemuan kedua benda purbakala dalam rentang waktu kurang lebih satu minggu. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.