PSBB Surabaya Raya Tak Diperpanjang, Masa Transisi Berlaku 14 Hari

Yovie Wicaksono - 9 June 2020
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) usai pertemuan membahas PSBB di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu (19/4/2020). Foto : (Antaranews)

SR, Surabaya – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo, tidak lagi diperpanjang. Selanjutnya wilayah Surabaya Raya memasuki masa transisi menuju kenormalan baru (new normal) yang akan diterapkan selama 14 hari atau dua pekan.

Keputusan itu disepakati Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kepala daerah dalam rapat evaluasi penerapan PSBB Surabaya Raya III di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (8/6/2020).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Selain itu juga hadir jajaran Forkopimda Jatim.

Usai pertemuan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono menjelaskan, untuk aturan mengenai teknis penerapan masa transisi akan dibahas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan tiga kepala daerah di wilayah Surabaya Raya pada Selasa (9/6/2020).

“Perwali dan Perbup nanti isinya adalah masa transisi, ini akan didiskusikan oleh Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo, Pemkab Gresik, dan besok kita ketemu untuk membahas teknis, masa transisi selama 14 hari,” terangnya.

Heru menekankan, keputusan tak memperpanjang PSBB merupakan kesepakatan kepala daerah di tiga wilayah tersebut. Gubernur Jawa Timur, kata dia, hanya berperan sebagai fasilitator. 

“Gubernur Jawa Timur dalam hal ini hanya fasilitator saja,” kata Heru.

Dalam pertemuan tersebut Khofifah mengimbau agar hasil telaah epidemiologi FKM Unair dijadikan kewaspadaan bersama guna melakukan langkah intervensi se-signifikan mungkin agar setiap format juga mampu memutus mata rantai Covid-19.

Perwakilan Tim Advokasi PSBB dan Survailans FKM Unair, dr Windhu Purnomo menjelaskan, pihaknya telah melakukan kajian bahwa data hingga 30 Mei 2020 tercatat PSBB ketiga di Surabaya Raya telah berhasil menurunkan rate of transmission (Rt) dari 1,7 menjadi 1,1. Walaupun dalam pengamatan masih tercatat naik turun, namun secara optimis tercatat menurun dari awal penerapan PSBB.

“Jika dilihat dari Rt-nya, Surabaya Raya kecenderungannya turun. Walau masih naik turun, namun optimistik menurun,” terang Windhu Purnomo.

Sebagai informasi, sebelumnya PSBB di Surabaya Raya digelar sejak 28 April 2020. PSBB diterapkan salah satunya karena kasus Covid-19 di tiga wilayah ini terbanyak di Jawa Timur. Tahap pertama, PSBB Surabaya digelar hingga 11 Mei 2020. Pemprov Jatim lalu memperpanjang penerapan PSBB hingga 25 Mei 2020. Terakhir, PSBB Surabaya Raya diperpanjang hingga 8 Juni 2020. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.