Penyakit Aneh, Anak 12 Tahun di Sidoarjo Alami Penyusutan Tubuh
SR, Sidoarjo – Kisah pilu dialami NTR (12), seorang anak perempuan asal, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Sejak usia tiga tahun, Nayla mengalami kelainan fisik yang menyebabkan tubuhnya terus menyusut secara drastis hingga kini.
Selama sembilan tahun terakhir, NTR belum mendapatkan penanganan medis secara memadai. Kondisinya yang semakin memburuk akhirnya mengetuk perhatian DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Ketua dan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo mendatangi langsung rumah Nayla untuk memastikan kondisi kesehatannya. Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M. Dhamroni Chudlori, yang menilai kasus Nayla tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Administrasi kependudukan menjadi kunci utama agar anak ini bisa segera mendapatkan hak-haknya, termasuk akses layanan kesehatan dan bantuan sosial,” ujar Dhamroni, Rabu (18/2/2026).
DPRD mengungkapkan, salah satu penyebab NTR tidak pernah tersentuh bantuan kesehatan maupun sosial adalah karena namanya belum tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Kondisi ini membuat proses pengurusan layanan pemerintah menjadi terhambat.
Komisi D DPRD Sidoarjo pun langsung berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) agar data NTR segera dilengkapi. Dhamroni menegaskan, kelengkapan administrasi tersebut akan menjadi pintu masuk agar NTR bisa segera memperoleh layanan kesehatan dan bantuan yang dibutuhkan.
Kondisi NTR semakin memprihatinkan karena ia diketahui telah ditelantarkan kedua orang tuanya yang kini masing-masing menikah lagi. Saat ini, NTR tinggal bersama neneknya, Suparni, dan kakaknya M. Andika Putra.
Andika pun mengalami nasib serupa. Ia terpaksa putus sekolah sejak kelas II SMP karena keterbatasan ekonomi keluarga. Komisi D DPRD juga mendorong agar Andika dapat kembali memperoleh hak pendidikan melalui program Kejar Paket.
Dalam langkah cepat, DPRD meminta pemerintah desa agar segera membawa Nayla ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan medis awal. Hal itu diperlukan guna memastikan diagnosa sebelum dilakukan rujukan lanjutan.
Hingga kini, penyakit yang dialami anak perempuan itu belum dapat dipastikan karena belum menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga medis.
Bibi kandung NTR, Siti Khotimah, menceritakan kondisi Nayla berubah sejak mengalami demam tinggi disertai kejang-kejang beberapa tahun lalu. “Sempat demam tinggi dan kejang-kejang, lalu dibawa ke rumah sakit. Katanya tidak ada penyakit serius dan disuruh pulang. Setelah itu pelan-pelan tubuh menyusut seperti sekarang,” ungkap Siti Khotimah.
Komisi D DPRD Sidoarjo menegaskan kasus Nayla harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah, desa, hingga instansi kesehatan diminta bergerak cepat agar hak dasar anak tidak terabaikan.
“Kasus ini menjadi sorotan sekaligus pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan instansi terkait agar tidak ada anak yang luput dari perhatian dan hak dasar, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan,” kata Dhamroni.
DPRD berharap setelah administrasi kependudukan anak tersebut dilengkapi, penanganan medis dapat segera dilakukan agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk. (*/rri/red)
Tags: anak sakit, candi, sidoarjo, superradio.id, tubuh menyusut
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





