Soal Sekjen PDIP, Puan Sebut Ada Kejutan
SR, Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan (DPP) Puan Maharani buka suara soal kandidat Sekretaris Jenderal PDIP definitif pasca Hasto Kristiyanto lengser. Ia mengatakan, akan ada kejutan terkait nama sekjen baru PDIP. Ia pun meminta semua pihak menunggu keputusan prerogatif dari Megawati sebagai Ketum PDIP.
“Pasti akan ada kejutan, ya. Kita tunggu saja kejutannya,” kata Puan di Jakarta, Senin (11/08/2025).
Seperti diketahui, saat ini posisi Sekjen PDIP dijabat sekaligus oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang diumumkan secara resmi pada pelantikan jajaran DPP periode 2025-2030 usai Kongres ke-VI PDIP di Bali pada Sabtu, 2 Agustus lalu.
Saat itu, Megawati mengumumkan sekaligus melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP periode 2025-2030.
Uniknya, dari ke-37 nama pengurus DPP PDI Perjuangan periode 2025-2030 yang dilantik, ada yang tidak asing bagi warga Jawa Timur. Sebab mereka juga berasal dari Jatim.
Yakni Said Abdullah (anggota DPR dari dapil Madura), Ahmad Basarah (anggota DPR dari dapil Malang Raya), Djarot Saiful Hidayat (mantan Wali Kota Blitar), Puti Guntur Soekarno (anggota DPR dari dapil Surabaya-Sidoarjo), Abdullah Azwar Anas (mantan Bupati Banyuwangi).
Lalu Tri Rismaharini (mantan Wali Kota Surabaya), Andreas Eddy Susetyo (anggota DPR dari dapil Malang Raya), Sadarestuwati (anggota DPR dari dapil Mojokerto Raya-Jombang-Nganjuk-Madiun), Zuhairi Misrawi dari Sumenep, Madura, dan Sri Rahayu (mantan anggota DPR dari dapil Blitar Raya-Tulungagung dan Kediri Raya).
Pelantikan itu termasuk posisi sekretaris jenderal yang secara langsung dinyatakan akan dijabat Megawati sendiri. Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan seluruh pengurus yang hadir secara fisik di lokasi.
Di sisi lain, Puan menjawab pertanyaan soal kabar adanya tiga kader PDIP yang hendak hijrah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sekarang menjadi Partai Super Tbk. Dengan tegas, ia mempersilakan tiga kader partainya untuk mundur dari PDIP, jika tidak lagi berkeinginan berjuang dengan partai berlambang banteng moncong putih itu.
“Kalau kemudian seseorang, atau 3 orang atau berapa orang, sudah tidak berkeinginan untuk ada di dalam PDI perjuangan, monggo saja (keluar dari PDIP, red),” pungkas Puan. (*/red)
Tags: Hasto kristiyanto, megawati soekarnoputri, pdip, puan maharani, sekjen PDIP, Super radio
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





