Keseruan Lomba Agustusan ala Anak Merdeka Sidoarjo

Yovie Wicaksono - 12 August 2023

SR, Sidoarjo – Raut wajah bahagia dan semangat terlihat jelas dari anak-anak marjinal yang mengikuti lomba “Agustusan ala Anak Merdeka Sidoarjo” di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (12/8/2023) sore, yang diinisiasi oleh komunitas Save Street Child (SSC) Sidoarjo.

Dengan mengenakan pita merah putih yang diikatkan di kepala, mereka yang berusia mulai dari TK hingga SMP mengikuti lomba estafet balon dan estafet karet.

Founder SSC Sidoarjo, Dwi Prasetyo mengatakan, sejak 2015, selain memberikan edukasi kepada anak-anak marjinal yang ada di sekitar TL Alun-alun Sidoarjo lewat belajar bareng yang dinamai Kelas Merdeka tiap Sabtu (16.00 WIB) dan Minggu (09.00 WIB), pihaknya tiap tahun rutin menggelar lomba Agustusan bersama mereka.

“Acara ini kita gelar rutin tiap tahun selain untuk merayakan HUT RI, kita juga mengenalkan pahlawan-pahlawan kepada mereka lewat lomba seperti ini. Kenapa sasarannya anak jalanan ya karena mereka jarang sekali memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini,” kata pria yang akrab disapa Praz ini.

 

Selain hari ini, kata Praz, pihaknya juga akan menggelar lomba Agustusan di Candi Jaya, besok mulai 09.00 WIB, dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi.

“Kalau besok yang ikut kebanyakan dari anak-anak Kampung mulai dari TK sampai SMA,” imbuhnya.

Apa yang dilakukan SSC Sidoarjo ini sendiri sebagai wujud untuk memenuhi hak-hak anak, yakni hak bermain dan hak pendidikan.

“Kemerdekaan ini milik semua, termasuk anak-anak marjinal. Merdeka di sini dalam arti hak-hak mereka bisa terpenuhi, termasuk hak bermain dan berpendidikan,” tegasnya.

 

Salah satu peserta, Gibran, siswa kelas 2 SD mengaku senang bisa bermain dan mengikuti lomba bersama teman-temannya.

“Senang bisa ikut lomba. Seru sekali. Tadi juga dapat hadiah buku tulis, tepak, pensil, orotan (rautan, red), sama susu,” ujarnya.

Bahkan, salah satu peserta dari kelas 3 SMP, Wulan, mengatakan,usai pulang sekolah dan masih lengkap mengenakan seragam langsung ke lokasi untuk mengikuti lomba.

“Ini tadi pulang sekolah langsung kesini buat lomba bersama. Ikut lomba estafet balon sama karet. Lombanya cukup seru sih, meski capek pulang sekolah langsung ke sini,” ujarnya yang hadir bersama dengan adik dan kakak perempuannya.

Wulan juga menyampaikan harapannya. “Meski harapanku gak nyambung sama Hari Kemerdekaan, cuman aku berharap kalau orang tua ku jualan tidak ditanggap Satpol PP lagi. Karena setiap jualan selalu diobrak, ngamen gak boleh. Terus gimana caranya kita untuk cari sandang pangan? Kan kasihan. Itu aja sih harapanku,” ujar remaja yang bercita-cita sebagai guru ngaji untuk bisa berbagi ilmu kepada sesama. (fos/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.