Rayakan Misa “Rabu Abu”, Persiapan Umat Katolik Berpuasa 40 Hari
SR, Surabaya – Sekira 2.000 umat Katolik dari berbagai wilayah di Surabaya berbondong-bondong menghadiri perayaan Ekaristi Rabu Abu di Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya, Rabu (5/3/2025). Jemaat mulai memadati lokasi sekitar satu jam sebelum misa yang dimulai pukul 16.30 WIB, berupaya memperoleh tempat duduk yang nyaman.

Perayaan Rabu Abu ini menjadi momen penting bagi umat Katolik untuk memulai masa Pra-Paskah dengan refleksi diri, puasa, dan doa. Dalam homilinya, RD Paulus Febrianto menekankan pentingnya ketulusan dalam menjalani masa pertobatan ini. Ia mengingatkan, puasa, sedekah, dan doa tidak boleh hanya menjadi sarana untuk mempopulerkan diri atau sekadar memenuhi kriteria pribadi.
“Semua itu harus minggir. Lakukan semua dengan tulus, yaitu dengan bersembunyi,” ujar RD Paulus Febrianto.
Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk menjalani masa Pra-Paskah dengan penuh sukacita dan berbagi kasih kepada sesama. Ia mendorong umat untuk memperbanyak perbuatan amal, mendoakan keluarga, serta menghibur mereka yang sedang mengalami kesulitan.
“Semoga kita tidak hanya berhenti pada pamer atau mungkin posting, like, atau hanya ingin menunjukkan diri di zaman serba narsis dan egois ini. Semoga kita berani untuk menyembunyikan diri kita ibadah kita dan berbelas kasih kepada siapapun,” pesannya.
Sementara itu, Lia, seorang jemaat asal Kupang NTT yang datang bersama ibu dan kakaknya, mengungkapkan perasaan damai setelah menerima abu di dahinya. Ia merasakan momen ini sebagai pengingat akan kefanaan hidup dan pentingnya memperbaiki diri.
“Setelah mendapatkan abu ini, saya merasa tenang dan damai. Abu itu kayak mengingatkan kita kalau kita hidup dari abu akan kembali menjadi abu. Jadi lebih mawas diri dan lebih ingat akan dosa-dosa serta lebih taat kepada Tuhan,” ujar Lia, yang saat ini berdomisili di Kahuripan, Keputran, Surabaya.
Ia juga berharap agar umat Katolik semakin baik dalam menjalani hidup, damai, dan saling membantu satu sama lain.
“Semoga ke depannya kita sebagai umat Katolik bisa lebih baik lagi, hidup damai dan bisa membantu siapapun. Siap puasa, doa, sedekah. Ingat dosa, ingat Tuhan,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, salah satu panitia, Hokriawan menyebut sekira hadir 2.000 jemaat yang terbagi menjadi empat lokasi misa, di dalam gereja, di depan gua Maria, aula sisi timur gereja, dan aula lantai dua.
“Perayaan Rabu Abu ini terbagi menjadi empat sesi, yaitu misa pagi pukul 05.30 WIB dan 07.00 WIB, serta misa sore pukul 16.30 WIB dan 18.30 WIB,” ungkapnya.
Hokri menambahkan, persiapan untuk perayaan ini dilakukan dengan matang, dimulai dua hingga tiga hari sebelumnya. “Diawali dengan pembakaran daun palma sehari sebelum Rabu Abu, yang abunya kemudian digunakan untuk menandai dahi umat sebagai simbol pertobatan,” pungkasnya. (nio/red)
Tags: pra paskah, puasa, rabu abu, superradio.id, umat katolik
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





