Shinta Nuriyah Ajak Masyarakat Maknai Bulan Puasa dengan Sikap Saling Mengasihi dan Menjunjung Tinggi Toleransi

Yovie Wicaksono - 31 May 2019
Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid dalam giat sahur bersama tokoh lintas agama dan lintas masyarakat di Klenteng Tri Darma Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (31/5/2019) pagi. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Istri Presiden Republik Indonesia ke 4, Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid melakukan giat sahur bersama tokoh lintas agama dan lintas masyarakat di Klenteng Tri Darma Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (31/5/2019) pagi.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan pada bulan suci Ramadan. “Kegiatan ini sudah saya lakukan selama 20 tahun sejak saya mendampingi Gus Dur di Istana Negara dulu,” ujarnya dihadapan ratusan peserta sahur bersama.

Tema yang diambil dalam kegiatan sahur bersama ini adalah  “Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoax”. Dalam momen tersebut ia selalu mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antara umat beragama dan masyarakat.

Shinta Nuriyah memaparkan makna sesungguhnya puasa, yakni mengajarkan manusia untuk saling menolong, menghargai, mengasihi, dan menjaga kehormatan satu sama lain.

“Puasa mengajarkan kita tentang moral dan budi pekerti yang luhur, karena puasa mengajarkan tentang kesabaran, kejujuran, ikhlas, saling tolong-menolong, saling menghormati, saling menghargai tidak bergunjing, tidak korupsi dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama,” ujarnya.

Shinta Nuriyah menilai, jika semua itu sudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari  maka manusia tidak hanya mendapatkan pahala puasa semata, melainkan dapat melindungi diri sendiri bahkan semua anak bangsa Indonesia.

“Negara aman dan sejahtera karena apa? karena kerukunan, kebersamaan, persaudaraan itu merupakan pilar utama dari tegaknya sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekalipun kita berbeda suku dan agama kita adalah satu. Satu Nusa, Satu Bangsa, itulah wajah-wajah masyarakat Indonesia.” Imbuhnya.

Dalam acara ini, Shinta Nuriyah juga mengajak masyarakat yang hadir untuk ikut membaca Syi’ir Abu Nawas, menirukan kebiasaan Gus Dur. Acara kemudian dilanjutkan dengan do’a bersama lintas agama yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Jalil. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.