MER-C : Bebaskan Siti Fadilah Supari untuk Bantu Penanganan Covid-19

Yovie Wicaksono - 7 April 2020
Ilustrasi. Foto : (Reuters)

SR, Jakarta – Lembaga Kegawatdaruratan Medis dan Kebencanaan, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera membebaskan Siti Fadilah Supari.

Mantan Menteri Kesehatan RI periode 2004 – 2009 ini, dinilai memiliki pengalaman dalam menghadapi virus Flu Burung di Indonesia tahun 2005 dan berhasil membuka wawasan bagi negara negara lain di dunia dalam penanganan virus.

“Sudah selayaknya bangsa Indonesia membebaskan beliau untuk membantu dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang masih banyak menyimpan berbagai misteri,” ujar Ketua Divisi Relawan MER-C, Hadiki Habib, Selasa (7/4/2020).

Selain itu pertimbangan kemanusiaan yang kritis mengingat usianya sudah memasuki 70 tahun, geriatrik dan mempunyai penyakit kronis.

Dengan kondisi rumah tahanan dan usia geriatrik dimana rentan terkena Covid-19, memenjarakan Siti Fadilah dinilai bisa menimbulkan pelanggaran kemanusiaan tentang Elder Abuse, yaitu memberlakukan kelompok usia geriatrik tidak sebagaimana mestinya dan menimbulkan resiko apalagi ditengah pandemi Covid-19.

“Keahlian dan integritasnya kembali diuji dalam menghadapi Pandemi Flu Babi. Sikap kritis beliau mendapat apresiasi dari berbagai negara lainnya dan dianggap menyelamatkan dunia dari bahaya konspirasi virus dunia,” kata Hadiki.

Hadiki menambahkan, “Kami berharap di luar penjara, Ibu Siti Fadilah Supari bisa turut menyumbangkan pemikiran dan keahliannya dalam mengatasi wabah virus corona yang tengah mengancam negeri kita tercinta Indonesia dimana angka kasus terus bertambah dari hari ke hari dan korban meninggal terus berjatuhan, termasuk tenaga kesehatan.”

Seperti diketahui, Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Menurut majelis hakim, Siti terbukti menyalahgunaan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Siti juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.