Semangat ERN Kembali ke Sekolah

Yovie Wicaksono - 28 August 2019
ERN bersama Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Mojo, Kediri, Bripka Agus Budiono, Selasa (27/8/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sempat putus sekolah selama kurang lebih satu bulan setengah, ERN hari ini kembali mengenyam dunia pendidikan.

Bocah berusia 13 tahun asal Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, yang kesehariannya beraktivitas  membantu neneknya bekerja sebagai pemecah batu tersebut, memiliki semangat baru untuk melanjutkan studinya ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Syukur hari ini, dia sudah mulai mau bersekolah. Awalnya sih sulit untuk membujuknya agar mau bersekolah. Waktu saya tanya bersangkutan sempat menangis. Saya telateni, berikan bimbingan akhirnya mau sekolah lagi,” ujar Anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Mojo, Kediri, Bripka Agus Budiono, Selasa (27/8/2019).

Dalam kesehariannya ERN tinggal bersama neneknya, S yang telah berusia 75 tahun. Kedua orang tuanya tidak diketahui lagi keberadaanya. Sekitar satu tahun lalu, kedua orang tua ERN meninggalkan dirinya bersama neneknya tanpa pamit, saat ERN masih duduk dibangku Sekolah Dasar kelas VI.

Kepergian orang tuanya tersebut, membuat mental ERN down, hingga ia enggan bersekolah. Sulung dari dua bersaudara ini memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi studinya. Ia lebih memilih untuk bekerja membantu neneknya memecah batu koral.

Batu koral itu, diambilnya dari sungai dekat tempat tinggalnya. Upah yang diterima bergantung pada seberapa banyak batu yang dipecahkan.

“Tergantung, kadang 4 sampai 5 cikrak (tempat menaruh benda yang terbuat dari anyaman). Satu kali cikrak terkadang, dihargai Rp 5 ribu. Sehari bisa dapat Rp 25 ribu,” imbuh Bripka Agus Budiono.

Adanya semangat kembali bersekolah, membuat Bripka Agus bersama pihak perangkat kelurahan akhirnya mendaftarkan ERN ke SMP terbuka yang ada di Kecamatan Mojo.

Pihak Pemda sendiri sudah turun tangan mengatasi permasalahan ini, termasuk dengan memberinya bantuan berupa sepeda dan seragam sekolah.

“Untuk baju seragam SMP, ini sudah dibuat. Hari ini dia mulai sekolah, tadi siang sudah berangkat dari rumah naik sepeda baru pemberian dari Dinas terkait. Jarak sekolah dengan tempat tinggalnya cukup lumayan,” imbuhnya.

Bentuk perhatian lain yang telah dilakukan oleh perangkat kelurahan yakni pemberian bantuan PKH (Program Keluarga Harapan), Bedah Rumah dan Baksos. Bahkan ERN juga sudah didaftarkan ke Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA). (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.