Sebanyak 13 Orang Meninggal Akibat DBD di Sikka

Yovie Wicaksono - 9 March 2020
Ilustrasi

SR, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto mengatakan ada sebanyak 13 orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sikka, NTT.

”Saya akan ke sana (Sikka, NTT). Kalau ini tidak diatasi dengan baik akan membuat hal yang tidak nyaman. Ini yang justru mematikan, bayangkan hanya dalam hitungan bulan sama hari. Jadi tolong supaya saya bisa mengecek lebih fokus atas arahan bapak presiden saya juga harus lakukan untuk NTT. Daerah lain juga masih ada saya akan cek,” katanya di Gedung Kemenkes, Senin (9/3/2020).

Mereka yang meninggal dalam kasus ini kebanyakan anak-anak. Oleh karena itu, pihaknya berharap apabila terjadi sakit panas agar masyarakat secepatnya berobat ke Puskesmas.

Jumlah kasus DBD di Sikka terus meningkat, bahkan Pemerintah Daerah setempat sudah meningkatkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD dari sebelumnya tahap tiga kini sudah memasuki KLB tahap empat sejak Selasa (3/3/2020).

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, jumlah korban yang dirawat sejak 1 Januari hingga 9 Maret 2020 berjumlah 1.195 kasus dan tersebar di beberapa kabupaten/kota di NTT, sementara total kematian akibat DBD se-provinsi NTT sebanyak 31 orang.

Pemda setempat sudah berupaya melakukan fogging, sosialisasi bahaya DBD, membagikan lotion anti nyamuk, dan membagikan bubuk abate. Selain itu juga membagikan obat anti nyamuk ke setiap sekolah.

Sementara itu Dinas Kesehatan  setempat telah membuka posko laboratorium yang bisa digunakan masyarakat untuk mengecek darahnya. Petugas posko disiagakan selama 24 jam.

Terawan juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan 3M atau menguras, menutup, dan mengubur tempat perkembangbiakan jentik nyamuk. Termasuk membersihkan lingkungan dan jangan sampai ada air tergenang. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.