Said Abdullah Minta Pemerintah Bisa Capai Target Penurunan Kasus Covid-19

Yovie Wicaksono - 6 August 2021
Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) M.H. Said Abdullah. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) MH Said Abdullah meminta Pemerintah dapat mencapai target penurunan angka kasus aktif penularan Covid-19 melalui kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dengan penurunan angka penularan Covid-19 tersebut kontraksi ekonomi pada kuartal III Tahun 2021 diharapkan tidak mengalami perlambatan lebih buruk.

“Agar tingkat kontraksi ekonomi pada kuartal III 2021 ini tidak terlalu dalam, maka saya mengharapkan Pemerintah disiplin mencapai target penurunan Covid-19 dengan kebijakan PPKM ini,” kata Said di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Dia menyebutkan angka kasus aktif Covid-19 secara nasional mengalami kenaikan selama PPKM darurat, yakni tercatat sebanyak 27.913 kasus positif pada 3 Juli 2021 menjadi 30.738 kasus positif pada 1 Agustus 2021.

Bahkan, pada saat peralihan PPKM darurat menjadi PPKM level 4, angka kasus aktif posiitif Covid-19 naik menjadi 35.867.

Oleh karena itu, Said berharap Pemerintah meningkatkan efektivitas kebijakan PPKM agar terjadi penurunan kasus aktif Covid-19 secara nasional.

“Saya berharap tingkat efektivitas kebijakan PPKM ditingkatkan, sehingga PPKM tidak berkepanjangan dan kasus positif Covid-19 menunjukkan penurunan signifikan,” ujarnya.

Apabila kasus aktif Covid-19 dapat dikendalikan, maka Said memprediksi pertumbuhan ekonomi dapat kembali positif pada kuartal IV Tahun 2021.

“Dengan keberhasilan pengendalian Covid-19 dan PPKM tidak diperpanjang, maka saya perkirakan pada kuartal IV 2021, pertumbuhan ekonomi bisa kembali ke zona positif pada kisaran 4,7 hinga 5,2 persen,” tutur Said.

Sebelumnya, BPS mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 yang diukur dari PDB tumbuh 7,07 persen pada kuartal II-2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Ini adalah pertumbuhan positif pertama setelah empat kuartal sebelumnya selalu mencatat kontraksi (pertumbuhan negatif). (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.