Kementerian PUPR Akan Lakukan Evaluasi Rest Area

Yovie Wicaksono - 18 July 2019
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) PUPR No.10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan Pada Jalan Tol.

Permen tersebut mengatur diantaranya fasilitas yang harus tersedia di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area yang terbagi menjadi tiga tipe yakni TIP tipe A, tipe B, dan tipe C.

“Untuk TIP tipe A atau tipe tertinggi, misalnya harus tersedia paling sedikit fasilitas SPBU, ATM, toilet, klinik kesehatan, bengkel, mushola, warung atau kios, minimarket, restoran, ruang terbuka hijau dan tempat parkir. TIP juga harus dilengkapi fasilitas untuk kemudahan penyandang disabilitas,” kata Basuki pada Kamis (18/7/2019).

Basuki mengatakan, kehadiran rest area utama di jalan tol yang baru, selain berfungsi untuk tempat singgah pengendara juga didorong untuk dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal. Misalnya melalui penyediaan kios-kios bagi usaha kecil dan menengah untuk mempromosikan produk dan kuliner lokal.

Sementara Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Sudirman mengatakan pada tahun ini Kementerian PUPR melakukan penilaian terhadap kualitas layanan rest area di seluruh ruas jalan tol. “Kita evaluasi masing-masing kinerja Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan tim pakar independen. Awal Agustus akan mulai disosialisasikan dan pengumuman hasilnya direncanakan pada 3 Desember 2019 bertepatan dengan Hari Bhakti PU,” katanya.

Dikatakan, hasil evaluasi akan disampaikan dalam bentuk peringkat. Masing-masing peringkat akan disiapkan penghargaan (reward) dan teguran (punishment). Hasil ini juga akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam menilai kelayakan usulan penyesuaian tarif tol. “Yang terpenting setelah evaluasi dipublikasi, seluruh BUJT dapat lebih terpacu untuk meningkatkan kualitas layanannya,” kata Sudirman.

Sudirman mengatakan, kualitas layanan TIP secara menyeluruh harus mampu memberikan kenyamanan bagi pengguna pada beberapa aspek utama yaitu kenyamanan, kerapihan/kualitas lingkungan, dan kelengkapan fasilitas untuk kesetaraan gender bagi kaum difabel, orang lanjut usia, wanita dan anak-anak.

“Dari hasil pengamatan lapangan pada ruas tol Jagorawi misalnya, masih ada beberapa rest area yang tidak menyediakan fasilitas khusus memberikan kemudahan bagi kaum difabel dan lanjut usia, seperti jalur landai untuk akses kursi roda, toilet khusus difabel dan anak-anak juga belum banyak disediakan,” katanya.

Untuk menambah kenyamanan, Sudirman juga meminta pengelola memperbaiki penataan landscape dengan penghijauan yang rindang sehingga menciptakan suasana sejuk. “Ruang terbuka hijau termasuk tempat bermain anak juga harus disediakan sehingga rest area menjadi tempat yang ramah bagi semua usia,” katanya.

Menurutnya, hal paling penting yang harus diperhatikan di rest area adalah pengelolaan sampah. Dikatakan, tempat pembuangan sampah harus mencukupi di setiap sudut rest area. “Tempat pengelolaan sampah harus dilengkapi dengan tempat penampungan sementara yang tertutup serta mobil pengangkut sampah yang memadai,” kata Sudirman. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.