Ribuan Siswa Madiun Ikut Lomba Geguritan Lestarikan Budaya

Rudy Hartono - 19 September 2026
Seorang peserta tampil di ajang lomba geguritan dan menulis aksara Jawa yang digelar Dinas Pendidikan Kota Madiun di kawasan PSC Kota Madiun, Jumat (18/9/2026) ,sebagai bentuk melestarikan atau nguri-nguri budaya Jawa . (foto: antara)

SR, Madiun – Sebanyak 1.588 siswa jenjang SD dan SMP di Kota Madiun, Jawa Timur mengikuti lomba geguritan dan menulis aksara Jawa sebagai bentuk melestarikan atau nguri-nguri budaya Jawa di tengah arus modernisasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Madiun tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga agar budaya dan bahasa Jawa tetap dikenal dan digunakan oleh generasi muda.

“Tujuannya agar anak-anak, generasi muda kita, tetap nguri-nguri bahasa daerah Jawa. Kemudian merasa bangga dengan kebudayaan leluhur kita dan melestarikannya secara berkesinambungan,” ujarnya di sela kegiatan lomba yang digelar di area Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun, Jumat (18/9/2026) sore.

Menurut dia, pelestarian bahasa Jawa tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Anak-anak perlu diberi ruang untuk mempraktikkan sekaligus menunjukkan kemampuan mereka secara langsung.

Antusiasme para peserta, lanjut Lismawati, cukup tinggi. Sebab, di tengah perkembangan zaman, penggunaan bahasa dan tata krama Jawa menghadapi tantangan tersendiri. Lomba tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan kembali nilai tata krama atau unggah-ungguh kepada anak-anak.

Bagi Lismawati, kemampuan berbahasa Jawa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, atau berbicara. Di dalamnya terdapat nilai kesopanan dan penghormatan terhadap orang lain.

Anak-anak, kata dia, diharapkan memahami bahwa generasi muda perlu menghormati orang yang lebih tua dan menerapkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta lomba Geguritan, Citra Lestari mengaku sempat grogi saat hendak tampil karena baru pertama kali mengikuti lomba geguritan. Persiapan dilakukan sekitar satu minggu lebih. Ia berlatih di rumah maupun di sekolah dengan bimbingan guru dan kepala sekolah.

“Awalnya deg-degan, tapi alhamdulillah lancar. Karena sudah terbiasa belajar puisi juga di sekolah. Latihan juga didampingi guru dan kepala sekolah,” kata Citra.

Ia mengaku persiapan telah dilakukan dengan berlatih menulis dan menghafalkan materi agar tulisan lebih rapi serta pengerjaannya semakin lancar.

Dinas Pendidikan menyatakan bahwa kegiatan lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mencari siswa berprestasi. Namun, lomba juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali bahasa dan budaya Jawa. (*/ant/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.