Lebih Murah dari LPG, Jaringan Gas Menganti Gresik Siap Beroperasi

Rudy Hartono - 19 September 2026
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Baju Batik) saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman (baju putih), meninjau proyek Jargas yang telah selesai di Kecamatan Menganti, Jumat (18/9/2026).

SR, Gresik – Proyek pembangunan jaringan gas bumi (jargas) bumi untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, resmi rampung 100 persen.

Sebanyak 7.363 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di enam desa siap memanfaatkan energi bersih tersebut.

Adapun enam desa yang telah selesai dipasang jargas meliputi Desa Domas, Bringkang, Boteng, Putat Lor, Gadingwatu, dan Sidojangkung.

Dalam waktu dekat, aliran gas alam ini akan disalurkan langsung ke rumah warga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat atas terealisasinya program jargas gratis ini. Ia menyebut usulan ini ditujukan untuk menekan biaya operasional masyarakat dan UMKM lokal.

“Kita mengusulkan gas, karena ingin menghemat biaya produksi masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Bupati Yani saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Desa Domas, Jumat (18/9/2026).

Yani menambahkan, potensi UMKM di Menganti cukup besar dan membutuhkan pasokan energi yang stabil, seperti usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Desa Laban.

“Bagi UMKM, sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar penetapan tarif jargas dapat disampaikan secara jelas dan terjangkau bagi masyarakat. “Dua atau tiga tahun lalu, kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk Desa yang lain,” tambah Yani.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menjelaskan, peninjauan ini merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional untuk mendorong kemandirian energi dan menekan impor LPG.

Untuk periode 2025–2026, pemerintah menargetkan pembangunan 119.379 SR di 15 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” kata Dudung.

Ia memastikan seluruh regulasi pendukung, seperti izin lingkungan dan rekomendasi teknis, telah rampung agar pengoperasian jargas tidak mengalami kendala. (giy/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.