Rela Tak Takbiran, Sopir Ambulans PDIP Surabaya Siaga 24 Jam demi Pemudik
SR, Surabaya – Di saat ribuan pemudik melepas lelah di kursi-kursi panjang Posko Mudik Lebaran PDI Perjuangan Stasiun Pasar Turi, ada sosok yang tetap terjaga dengan mata yang sesekali memerah menahan kantuk. Ia adalah Sigit Dewantoro, seorang sopir ambulans DPC PDI Perjuangan Surabaya yang sudah tiga hari terakhir bertugas tanpa kenal lelah.
Bertugas sejak pembukaan posko pada 18 Maret 2026, Sigit tak menampakan wajah lelah. Padahal ia menjalani sif kerja selama hampir 24 jam demi melayani para pemudik.
Tugasnya pun beragam. Selain bersiaga dengan ambulans, ia turun langsung menyiapkan makanan gratis seperti kopi dan mi instan, memberikan obat-obatan, hingga menjaga keamanan barang bawaan pemudik agar mereka bisa beristirahat dengan tenang tanpa rasa khawatir.
Ia menjelaskan, sistem kerja tiga hari pertama memang 24 jam, namun hari-hari berikutnya akan berkurang menjadi 12 jam. “Kebetulan saya jaga itu dari kemarin 24 jam. semalam ini ramai tadi malam. Rame banget full kemarin. Ini kebetulan kena shift 24 jam aku. Nanti berikutnya ambulans satunya lagi 24 jam. Nanti untuk selanjutnya 12 jam” sebutnya, Jumat (20/3/2026).
Meski demikian, rasa kantuknya tak jadi penghalang. Ia memegang teguh prinsip bahwa sebagai petugas partai, melayani masyarakat adalah tugas utama yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. “Tantangannya ya ngantuk, tapi ya kita tetap semangat. Namanya pelayanan ya, untuk membesarkan partai juga,” ujarnya.
Militansi kader partai nasionalis tersebut juga teruji ketika ia harus memberikan pertolongan medis darurat. Salah satunya ketika ia menangani Pak Paiman, seorang pemudik yang terlantar dengan kondisi kaki yang membengkak dan jahitan yang kembali berdarah.
Dengan sigap, Sigit membantu mengganti perban dan membersihkan luka tersebut, sebuah tindakan yang melampaui tugas pokoknya demi kemanusiaan. “Kadang kita kalau malam yo kita bagi sih sama anak-anak tergantung lihat kondisinya seperti apa. Tantangannya yo ngantuk tapi kita semangat, namanya pelayanan, membesarkan partai juga,” ucapnya.
Meski harus mengorbankan waktu istirahat dan momen bersama keluarga, Pria asli Jakarta itu menegaskan, komitmennya adalah harga mati sebagai kader. Hal ini juga sudah dipahamu keluarganya. Terbukti Ia yang kini menetap di Surabaya bersama istrinya itu tidak mendapatkan keluhan dari keluarga terkait jam kerjanya yang ekstrem. “Memang yang namanya petugas partai itu harus siap. Kapan saja dibutuhkan, ya kita harus siap,” tegasnya.
Melalui dedikasi Sigit dan timnya, Posko Mudik Lebaran PDI Perjuangan tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi menjadi tempat perlindungan bagi warga yang membutuhkan bantuan medis, logistik, hingga rasa aman di tengah perjalanan mereka.
“Besok saya libur buat keluarga silahturahmi. Pergantian shift jam 06.00-18.00, poskonya tanggal 18-23, kena 24 jam ini hari kemarin sampai hari ini,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: ambulans, PDI Perjuangan Surabaya, sopir, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





