Ramaikan Festival Musik IFI, Yacko Suarakan Kesetaraan Gender Lewat Lagu
SR, Surabaya – Musisi Rap asal Indonesia, Yacko menjadi salah satu penyanyi yang mengisi acara Fete De La Musique 2023 yang digelar di halaman kantor Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya, Sabtu (24/6/2023).
Dalam acara tersebut, dirinya berkolaborasi menyanyikan beberapa lagu bersama musisi asal Prancis yakni Gatha. “Ini ada 3 lagu yang akan berkolaborasi dengan Gatha, senang banget bisa kolaborasi dengan Gatha satu setengah jam,” ujarnya.
Sama seperti musisi lainnya, karya yang dituangkan selalu berangkat dari keresahan. Menariknya, hal tersebut berkaitan dengan kesetaraan gender.
Perempuan yang memulai karir sejak 1996 tersebut mengatakan, ketertarikannya pada isu-isu perempuan muncul sejak tahun 2000 awal. Saat itu ia melihat banyak kekeliruan di masyarakat. “Aku musisi yang gede dari Surabaya dan sudah ngerap dari SMA,” ucapnya.
Seringkali, kata Yacko, perempuan dikaitkan dengan ketidakmampuan dan aturan patriarki yang mengharuskan untuk patuh tanpa diberi kesempatan yang sama. Contoh, anggapan bahwa perempuan tak perlu mengejar pendidikan sebab nantinya juga menjadi ibu rumah tangga.
“Banyak yang mengira kesetaraan berarti perempuan bisa melakukan kegiatan fisik yang dilakukan laki-laki contohnya angkat galon, padahal arti sebenarnya bukan itu, melainkan tentang hak-hak yang harusnya juga diperoleh seperti tentang pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya,” tuturnya.
Alhasil dari tiga album yang diciptakan, lima puluh persennya berisi ajakan untuk melawan kekerasan seksual dan penyadaran kesetaraan. Salah satunya, lagu Hands Off yang dirilis pada 2018 lalu. “Sejak 2013 atau 2014 hampir semua laguku mencoba memasukan isu itu, kurang lebih 50 persen,” jelasnya.
Untuk itu, ia pun mengajak masyarakat untuk bersama memerangi ketimpangan yang terjadi agar tercipta lingkungan yang sehat dengan setara. “Jadi aku keluarin lagu itu untuk menyampaikan pesan ke masyarakat dan ternyata responnya bagus dan sering menjadi anthem untuk teman-teman feminis dan yang bergerak di isu perempuan,” jelasnya.
“Dan dari situ juga dapat tawaran manggung ke luar negeri. Supaya publik lebih aware karena kalau bukan kita siapa lagi,” imbuhnya. (hk/red)
Tags: Festival Musik IFI, kesetaraan gender, Yacko
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





