Puncak Musim Hujan, Daop 8 Surabaya Antisipasi Dampak Bencana Hidrometeorologi

Yovie Wicaksono - 17 January 2022
Ilustrasi kereta api yang terganggu perjalanannya akibat bencana hidrometeorologi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Saat ini Jawa Timur berada pada puncak musim hujan yang diprakirakan akan terjadi hingga Februari 2022, dimana dalam kondisi ini potensi curah hujan relatif tinggi.

Terkait hal tersebut, PT KAI Daop 8 Surabaya melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang hingga pohon tumbang yang berpotensi mengganggu jalannya kereta api.

“Di musim penghujan ini, dimana intensitas hujan tinggi dan angin kencang, kami di Daop 8 telah mengantisipasinya dengan melakukan pemaprasan atau pemotongan pohon-pohon di kanan kiri jalur kereta api yang berpotensi akan roboh,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Senin (17/1/2022).

“Kami juga berkoordinasi, kolaboratif dengan Pemda setempat melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pemaprasan tadi,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan petugas penjaga daerah rawan di titik-titik yang rawan terjadi bencana baik itu banjir, tanah longsor, dan lainnya.

“Kami tempatkan petugas penjaga daerah rawan yang bersiaga selama 24 jam dengan dibagi shift, bilamana petugas tersebut melihat ada kejadian atau potensi yang bisa membahayakan jalannya kereta api maka dia akan langsung melaporkan kepada pusat pengendali operasi kereta api untuk kemudian dilakukan langkah pencegahan,” katanya.

Luqman mengatakan, di kawasan Daop 8 Surabaya, khususnya di sepanjang jalur lintasan rel Malang-Bangil sendiri terdapat 16 titik yang rawan terdampak bencana hidrometeorologi mulai dari luapan air, pohon tumbang dan hingga rawan longsor.

“Pada November 2021 ada kejadian pohon tumbang di antara Stasiun Porong – Bangil dan itu sempat mengganggu perjalanan kereta api barang sekira 30 menit. Di awal tahun ini Alhamdulillah aman dan semoga tidak terjadi lagi,” ujar Luqman. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.