Produk Biskuit Jatim Berhasil Tembus Pasar Dunia

Yovie Wicaksono - 13 October 2020
Kadis Perindag Jatim, Drajat Irawan, saat kunjungi pabrik Biskuit Kokola PT Mega Global Food Industry Gresik. Foto : (Istimewa)

SR, Gresik – Biskuit Kokola produksi PT Mega Global Food Industry, Gresik berhasil merambah pasar ekspor ke sejumlah negara dunia. Total lebih dari 50 negara di dunia menjadi pasar ekspor dari produk tersebut, antara lain Korea, Filipina, China, Jepang, Australia, Rusia, Mongolia, Kanada, USA, dan negara-negara lainnya didunia.

Keberhasilan perusahaan ini tak lepas dari bentuk pelayanannya dalam memenuhi selera pasar ekspor yang ada di luar negeri. Untuk pasar luar negeri, perusahaan ini menjadi pemasok dengan menggunakan merek di luar Kokola. Perihal tersebut diketahui saat kunjungan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan, saat melakukan monitoring terhadap kinerja ekspor di masa pandemi Covid-19 minggu lalu.

Kepala Disperindag Prov Jatim, Drajat Irawan mengatakan, keberhasilan perusahaan tersebut dalam menembus pasar luar negeri merupakan pertanda yang baik, yang mana di tengah pandemi Covid-19 terdapat industri pengolahan makanan di Jatim yang mampu survive dan mempertahankan pasar ekspornya.

“Pemprov Jatim melalui Dinas Perindag Prov Jatim akan terus mendukung PT Mega Global Food Industry dan perusahaan sejenis lainnya untuk memperkuat pasar lokal dan pasar ekspor melalui kemudahan regulasi. Utama regulasi pada kepengurusan dokumen SKA jika dibutuhkan, memperluas pasar ekspor melalui kegiatan bussines matching, dan memberikan informasi terbaru mengenai persyaratan ekspor melalui konsultasi,” ujar Drajat Irawan dalam rilisnya, Senin (12/10/2020).

Sementara Direktur Pengelola PT Mega Global Food Industry Richard Cahadi mengatakan, produk biskuit dari perusahaan ini juga dipasarkan ke seluruh supermarket-supermarket besar yang ada di Indonesia maupun berbagai negara dunia.

Perusahaan yang bergerak di sektor industri pengolahan makanan ini memiliki kapasitas produksi sebesar 90 ton per hari. 

Perusahaan yang dipimpinnya ini juga membangun jejaring internasional dengan memiliki international office di 4 negara dunia antara lain China, Vietnam, Filipina, dan Nigeria. 

Selama pandemi Covid-19 ini, dia mengaku bahwa perusahaannya telah melakukan inovasi dengan menggunakan bucket yang dilengkapi dengan kemasan kecil biskuit di dalamnya, sehingga biskuit akan tetap higienis ketika sampai di tangan konsumen. 

“Tentunya kami akan mengembangkan kualitas dan produksi dari biskuit ini, kedepannya kami akan melakukan fortifikasi terhadap produk biskuit ini untuk pasar lokal. Semoga kedepannya dengan adanya inovasi tersebut dapat membantu menangani stunting atau gizi buruk di Indonesia dan khususnya di Jatim,” pungkas Richard. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.