Presiden Tegaskan Takkan Beri Toleransi Pada Pengganggu Keamanan

Yovie Wicaksono - 23 May 2019
Presiden Joko Widodo. Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR,  Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan membuka diri kepada siapa pun bersama-sama untuk bekerja sama membangun dan memajukan negara ini. Tetapi ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun juga yang akan mengganggu keamanan, yang akan mengganggu proses-proses demokrasi dan yang mengganggu persatuan negara yang amat dicintai ini, terutama perusuh-perusuh.

“Kita tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita, akan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada pilihan, nggak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” kata Presiden di Jakarta,  Rabu (22/5/2019).

Terkait situasi pasca kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada Selasa (21/5/2019) malam,  Presiden  menegaskan bahwa masih terkendali. Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

“Saya mengajak, mari kita merajut kembali persatuan kita merajut kembali persaudaraan kita, merajut kembali kerukunan kita karena Indonesia adalah rumah kita bersama,” kata Jokowi.

Menurut Presiden terpilih 2019-2024 ini,  Pemilu adalah satu event dari perjalanan negara Indonesia yang masih panjang. Dikatakan, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, ia mempunyai kewajiban untuk menjaga stabilitas politik dan stabilitas keamanan, dan sudah disediakan oleh konstitusi kita bahwa segala perselisihan, sengketa itu diselesaikan melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

“Dan saya menghargai Pak Prabowo-Sandi yang telah membawa sengketa Pilpres kemarin ke MK. Saya juga meyakini bahwa hakim-hakim di MK akan memutuskan sesuai dengan fakta-fakta yang ada, berdasarkan fakta-fakta yang ada,” katanya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.