Ponpes Lirboyo Disemprot Disinfektan

Yovie Wicaksono - 31 March 2020
BPBD Kota Kediri melakukan penyemprotan disinfektan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Selasa (31/3/2020). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri terus melakukan upaya pencegahan virus corona (Covid-19). Salah satu upaya yang terus dilakukan setiap harinya adalah melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada sejumlah fasilitas umum, fasilitas kesehatan dan lembaga pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di kota Kediri diantaranya Ponpes Lirboyo, Kedunglo, Salafiyah dan Al Mahrusiyah.

“Giat BPBD pada hari ini melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada barang bawaan santri di Ponpes Lirboyo yang melakukan persiapan pulang ke tempat asalnya,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri, Adi Sutrisno, Selasa (31/3/2020).

Ia menambahkan,  penyemprotan cairan disinfektan akan terus dilakukan selama kondisi tanggap bencana berlangsung.

Dari beberapa pondok pesantren yang ada di Kota Kediri diketahui hanya satu pondok  yang belum memulangkan para santrinya. Rencananya para santri tersebut akan dipulangkan pada April besok.

“Satu pondok terdiri banyak lokasi, di dalam ada ponpes putri dan putra, termasuk ruang kelas kita semprot. Satu hari perkiraan habis cairan disinfektan  200 – 300 liter maksimal, itu kita bagi dua regu tim. Satu tim terdiri dari 7 orang,” ujarnya.

Teknisnya, tim yang terbagi dalam 2 regu ini  setiap harinya berpencar untuk melakukan penyemprotan di dua lokasi yang berbeda mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Setelah penyemprotan di beberapa pondok pesantren selesai, nantinya giliran di tempat peribadatan dan halte.

Kegiatan penyemprotan cairan disinfektan ini sudah mulai dilaksanakan sejak tujuh hari lalu dengan alokasi anggaran yang digunakan sebesar 2 miliar lebih yang digunakan untuk keperluan pembelian alat perlindungan diri (APD), bahan untuk penyemprotan, konsumsi serta pendirian posko.

“Anggaran ini dari dana penanganan darurat Covid-19 sebesar 2,1 miliar kalau nggak salah,” imbuhnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.