Meski Tutup, Goa Selomangleng Mulai Dikunjungi Wisatawan

Yovie Wicaksono - 13 June 2020
Meski Tutup, Goa Selomangleng Mulai Dikunjungi Wisatawan. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Menjelang pelaksanaan tatanan normal baru (new normal), tempat wisata Goa Selomangleng di Kota Kediri mulai didatangi pengunjung.

Pengunjung yang datang tidak hanya dari Kediri, melainkan juga dari luar daerah antara lain Surabaya dan Nganjuk.

Pihak pengelola sendiri hingga saat ini belum membuka tempat wisata yang berlokasi di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut, lantaran pertimbangan mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Sekalipun pengelola sudah menutup sejumlah akses pintu masuk wisata Goa Selomangleng dengan  portal, namun nyatanya pengunjung tetap saja nekat menerobos masuk.

Ketika ditanya, wisatawan ini mengaku tujuan kedatangannya ke lokasi wisata Goa Selomangleng untuk mencari hiburan, lantaran merasa jenuh tinggal berdiam diri dirumah.

Pelajar kelas 7 asal salah satu SMP Negeri di Nganjuk, Alisa Silvana mengatakan, ia datang berkunjung ke lokasi wisata Goa Selomangleng bersama tiga teman sekelasnya. Ia ingin menghabiskan masa liburan ke  tempat wisata, sebelum nantinya pada 20 Juni 2020 harus kembali masuk sekolah.

“Perkiraan tanggal 20 Juni 2020 kembali masuk ke sekolah, tujuan kesini untuk foto-foto mencari hiburan, sudah bosan dirumah terus,” ujar gadis asal Dukuh Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Nganjuk ini.

Alisa Silvana mengaku, sebenarnya ia merasa  takut berkunjung ke sejumlah daerah pada saat pandemi seperti sekarang, apalagi Kediri termasuk salah satu wilayah di Jawa Timur yang masuk dalam zona merah. Ia bersama temannya ini berangkat dari Nganjuk ke Kediri dengan mengendarai sepeda motor.

“Sebenarnya masih takut, tetapi  saya dan teman tetap mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker,” kata pelajar yang akan naik ke kelas 8 ini.

Meski lokasi wisata masih ditutup,  sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19, pihak pengelola tetap menyediakan prasarana cuci tangan bagi para pengunjung.

Seperti diketahui, lokasi wisata wisata Goa Selomangleng ini berdasarkan cerita rakyat, dulunya diyakini sebagai tempat pertapaan Dewi Kilisuci (Sanggramawijaya Tunggadewi), Putri Mahkota Raja Airlangga (kerajaan kahuripan).

Goa ini diperkirakan dibuat pada abad 10-11 Masehi. Area sekitar Goa Selomangleng sendiri kerap kali dipergunakan untuk menggelar pertunjukan pentas seni dan budaya yang melibatkan pelaku seni baik lokal, nasional maupun internasional.

Selain Goa Selomangleng, disini juga terdapat museum Airlangga. Karena termasuk dalam satu kawasan, Museum Airlangga juga masih belum dibuka untuk pengunjung.

Museum Airlangga ini terletak di Jalan Mastrip Kawasan Gunung Klotok di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Museum ini berdiri pada 30 November 1991 dengan cakupan luas area 6670 meter persegi. Museum ini menampung 147 buah koleksi arkeologi maupun etnografi.

Di Museum Airlangga terdapat dua gedung museum. Gedung Arkeologis diperuntukkan khusus untuk menaruh benda purbakala jenis Artefak atau Arca. Sementara untuk gedung Etnografis khusus penempatan benda kebudayaan yang berkembang semacam paginangan, senjata zaman kerajaan dan keramik.

Letak demografis Goa Selomangleng sendiri berlokasi di wilayah Kota Kediri, posisinya diapit Gunung Klotok dan berbatasan dengan lereng kaki Gunung Wilis.

Selain Goa Selomangleng, serta Museum Airlangga, di tempat ini juga terdapat sebuah makam yang dikenal kesakralannya. Orang pribumi Kediri menyebutnya dengan nama Mbah Boncolono, sosok tokoh legenda yang konon memiliki kesaktian yang dipergunakan dalam melawan penjajah Belanda.

Mbah Boncolono selalu mendermakan hartanya yang di dapat dari kolonial Belanda untuk diberikan kepada rakyat miskin. Karena sepak terjangnya itulah, masyarakat menyebutnya dengan nama panggilan Maling Gentiri. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.