Pertumbuhan Kredit dan Pasar Modal Meningkat, OJK Jatim Optimis
SR, Surabaya – Stabilitas sektor jasa keuangan di Jawa Timur masih berada pada jalur yang positif dan resilien. Hal ini diungkapkan oleh Dedy Patria, Direktur Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategi OJK Provinsi Jawa Timur, dalam sebuah sesi pemaparan terbaru di Semarang, Kamis (3/10/2024).
Dedy menegaskan bahwa indikator utama seperti kecukupan modal, risiko kredit, hingga likuiditas masih menunjukkan tren yang sehat dan terkendali.
“Kecukupan modal masih terjaga dengan baik, baik itu pada bank umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), maupun perbankan syariah. Saat ini, untuk bank umum, kecukupan modal mencapai 30,32 persen, sementara untuk BPR bahkan lebih tinggi, yakni 39 persen. Adapun sektor perbankan syariah memiliki kecukupan modal di angka 28 persen. Semua ini jauh di atas ambang batas yang kami tetapkan, yakni antara 10 hingga 12 persen,” ungkap Dedy.
Dari sisi likuiditas, Dedy memastikan bahwa porsi aset likuid terhadap dana pihak ketiga masih berada di atas batas minimal.”Likuiditas kami gunakan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, dan ini tetap terjaga dengan baik. Posisi aset likuid terhadap dana pihak ketiga berada di atas threshold yang telah ditentukan,” ujarnya.
Selain itu, risiko kredit di Jawa Timur pun berada dalam kendali yang baik. Berdasarkan data terbaru, Non-Performing Loan (NPL) netto tercatat sebesar 1,93 persen, yang menurut Dedy masih aman dan jauh di bawah batas risiko yang diantisipasi.
Meskipun sektor modal ventura menunjukkan angka NPL yang sedikit lebih tinggi, yaitu di atas 5 persen, secara keseluruhan kredit bermasalah masih di bawah batas toleransi OJK. (*/rri/red)
Tags: OJK Jatim, pasar modal, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





