Perankan Sosok Sawunggaling, Andi: Energinya Besar

Rudy Hartono - 23 September 2024
Andi Bocor (pemeran Sawunggaling) saat adegan sodoran (panahan) di Alun-Alun Surabaya, Minggu (22/9/2024). (foto:niken oktavia/superradio.id)

SR, Surabaya – Ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan kedatangan iring-iringan Joko Berek (Sawunggaling) di Alun-alun Surabaya, Minggu (22/9/2024) malam.

Pada kesempatan itu, pemeran Sawunggaling, Andi Bocor akan menampilkan teatrikal “Napak Tilas Sembrani Bumi Nusantara” setelah berjalan lebih dari 13 km dimulai dari Lidah Wetan.

Andi menjelaskan, ia mulai memerankan Sawunggaling di Wiyung, ketika Joko Berek dihadang oleh pendekar dan terjadi pertarungan ayam jago.

“Dilanjutkan di Wonokromo yang merupakan alas “Nambas Kelingan”, yang mana pendekar apapun ketika masuk maka tidak akan bisa keluar. Tapi Joko berek bisa babat alasnya dan melanjutkan perjalanan ke sumur panguripan sebelum ke Alun-alun Surabaya,” ujarnya.

Di Alun-alun Surabaya, pria yang juga menjabat sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Lidah Wetan itu menuturkan, Joko Berek tetap masih dihadang oleh Sawungrono dan Sawungsari yang merupakan saudara tirinya. Terjadilah perkelahian dan dilanjut dengan pertarungan ayam jago.

“Joko Berek mengejar ayam jagonya yang dibawa lari oleh Sawungrono dan Sawungsari sehingga di situ ketemu dengan ayahnya, Jayengrono, tapi belum diterima. Kemudian Joko Berek teringat dengan  cinde (selendang) yang diberikan ibunya, Dewi Sangkrah. Barulah Joko Berek diakui oleh ayahnya,” tuturnya.

Andi mengaku tak mudah menjadi sosok Sawunggaling, apalagi ini menjadi kali pertamanya. “Sangat luar biasa karena energinya besar. Namun, bisa teratasi sebab kekuatan yang dibawa oleh masyarakat, semangatnya masyarakat, sehingga dalam hal ketatakan (keteguhan) saya tidak mundur sama sekali,” katanya.

Sebab, Andi menjelaskan, sosok Sawunggaling merupakan seorang pejuang dengan simbol ayam jago yang benar-benar mampu bermanfaat dan berguna bagi masyarakat di era itu. Sehingga, nama Sawunggaling sangat dikenang oleh anak cucu orang Surabaya maupun nusantara.

“ Saya bangga menjadi bagian dari pelaku sejarah di era sekarang,” tegasnya.

Eri Cahyadi dalam pidatonya di gelaran sedekah bumi Lidah Wetan di Alun-alun Surabaya. (foto:niken oktavia/superradio.id)

Gelaran acara yang juga dimeriahkan oleh sekira 70 stand makanan tradisional gratis ini disambut positif oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang datang bersama istri, Rini indriyani.

“Hari ini kita diajarkan soal sejarah, di Kecamatan Lakarsantri dan Kelurahan Lidah Wetan ada napak tilas babat alas Sawunggaling. Inilah yang harus kita jaga terus. Saya bangga betul dengan LPMK yang terus menjaga terkait dengan sejarah dan pelestarian budaya,”  katanya.

Eri berharap, Lidah Wetan bisa mulai menggerakan dan mensinergikan kegiatan atau pembangunan dengan budaya yang dimiliki, termasuk kisah Sawunggaling.

“Maka akan ada kampung tematik budaya sawunggaling. Ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” tandasnya.(nio/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.