Pentingnya Pelibatan Masyarakat Dalam Sosialisasi Kusta

Yovie Wicaksono - 26 January 2020
Ilustrasi. Foto : (Linksos)

SR, Malang – Minimnya pengetahuan masyarakat tentang kusta, berdampak pada rendahnya penerimaan terhadap orang yang mengalami kusta. Warga masyarakat cenderung jijik, takut dan ngeri lalu memutuskan untuk menjauh, jika perlu mengasingkan penderita kusta.

“Tindakan tersebut selain diskriminatif dan melanggar HAM juga memberi ruang bagi penularan kusta. Langkah yang tepat semestinya adalah mengupayakan pengobatan ke Puskesmas,” ujar Ketua Lingkar Sosial (Linksos) Indonesia Kertaning Tyas, Minggu (26/1/2020).

Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap deteksi dini kusta, juga menyebabkan temuan kasus kusta selalu terlambat, sehingga mengakibatkan kerusakan fisik dan disabilitas, sehingga kusta semakin identik dengan kecacatan.

Terkait sosialisasi, Linksos Indonesia mengapresiasi Dinas Sosial Kabupaten Malang yang memulai sosialisasi penyakit menular, termasuk kusta didalamnya, pada November 2019 lalu.

“Namun saran kedepan, sosialisasi kusta penting untuk melibatkan masyarakat dalam hal ini utamanya adalah kelompok masyarakat yang kompeten mendampingi masyarakat sasaran. Khususnya di Kabupaten Malang, Linksos Indonesia bisa dijadikan mitra sosialisasi atas dasar pengalaman dan jaringan pendampingan komunitas kusta,” katanya.

Sekedar informasi, sejak berdirinya Linksos Indonesia pada 2014 pekerjaan pertama yang ditangani adalah advokasi kusta di Mojokerto.

Selama setahun, Lingkar Sosial melakukan pendampingan masyarakat pada sebuah dusun di Mojokerto yang lekat disebut sebagai kampung kusta. Tepatnya adalah Dusun Sumberglagah, Desa Tanjung Kenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Hingga 2015 Linksos melakukan pendampingan masyarakat di dusun tersebut. Bentuk riilnya adalah melalui edukasi Sahabat Kusta ke Sekolah, mengajak anak-anak sekolah dasar di dusun tersebut berkegiatan untuk menanamkan kepercayaan diri, bangkit sebagai anak dusun yang terstigma kusta oleh lingkungannya. Aktivitas tersebut kemudian dilanjutkan oleh komunitas setempat hingga saat ini.

Sekedar informasi, tahun ini, Peringatan Hari Kusta Sedunia atau World Leprosy Day jatuh pada Minggu (26/1/2020). (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.