Pentingnya Kesetaraan Gender dalam Berpolitik

Yovie Wicaksono - 23 April 2021
BP Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, pada Kamis (22/4/2021), menggelar webinar dengan tema Perempuan dan Politik. Foto : (Super Radio)

SR, Surabaya – Memperingati Hari Kartini, Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, pada Kamis (22/4/2021), menggelar webinar dengan tema Perempuan dan Politik.

Webinar digelar untuk merefleksikan perjuangan R.A. Kartini sekaligus membangun dan menguatkan narasi-narasi pemikiran Kartini dalam politik kepempimpinan dengan konteks kekinian.

Adapun yang menjadi narasumber dalam webinar tersebut, empat tokoh PDI Perjuangan yang dinilai sebagai contoh emansipasi perempuan, yakni Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Mereka berbagi kisah perjuangan sebagai figur Kartini di daerah masing-masing.

Kepala BP Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono mengatakan, acara ini merupakan langkah PDI Perjuangan dalam hal kesetaraan berpolitik.

“Politik tidak mengenal gender ataupun usia, semua orang diberikan kesempatan yang luas, termasuk seorang perempuan. Kemampuan, militansi ideologi, serta visi dan misi yang sama dengan partai lah yang akan menentukan apakah orang itu bisa menjadi seorang politisi,” ujar Deni Wicaksono saat membuka acara webinar.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menambahkan, perempuan berperan sangat besar untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam hal ini, PDI Perjuangan sebagai Partai juga bisa menjadi wadah para perempuan yang ingin menjadi politisi.

“PDI Perjuangan punya ciri khas dalam membangun para kepala daerahnya untuk memiliki kepedulian yang tinggi ke masyarakat dan Alhamdulillah PDI Perjuangan memiliki tujuh kader perempuan yang menjadi kepala daerah yang berada di Kota Batu, Kota Madiun, Kota Banyuwangi, Kota Situbondo, Kota Gresik, dan Kota Ponorogo,” ungkapnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) ini mengatakan, perempuan adalah tiang pembangunan. Ketika perempuan memiliki kekuasaan, perempuan akan melakukan pemberdayaan yang nantinya digunakan sebagai langkah untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat.

Meskipun tidak bisa dipungkiri, pada kenyataannya kaum perempuan masih sering terbentur dalam kapasitas dan kebutuhan. Selain itu, tantangan yang dihadapi pun berbeda. Dimana saat ini tantangan utamanya adalah pada karakter sosial kerakyatan, terutama di daerah-daerah yang berbasis agamis tinggi sehingga masih meragukan kemampuan perempuan dalam memimpin.

Dengan hadirnya kader ataupun kepala daerah perempuan, diharapkan bisa merepresentasikan gender mainstream dan sedikit demi sedikit mengikis pemahaman bahwa perempuan diragukan dalam hal kepemimpinan.

“Kita sering sekali terbentur dengan kapasitas dan kebutuhan, misalkan saat kapasitas memenuhi syarat ternyata jenjangnya belum cukup, akhirnya masih banyak laki-laki yang mengisi bagian itu. Tapi dengan munculnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) PDI Perjuangan bisa merepresentasikan yang namanya gender mainstream,” ujarnya.

“Negeri ini ditopang perempuan, jadi sangat penting untuk kesehatan ibu, bayi perempuan,dan ibu hamil, karena membangun ibu yang sehat adalah awal pemberdayaan ekonomi keluarga. Apalagi saat pandemi seperti sekarang, bukan hanya ancaman covid tapi juga lepra dan stunting,” sambungnya.

Untari mengajak perempuan untuk bangkit, mandiri, dan berpendidikan, karena konsep kecil pemberdayaan dan kesejahteraan berawal dari keluarga. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.